TITIKNOL.ID, SAMARINDA — Ketua Umum Pengprov PBSI Kalimantan Timur sekaligus Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, resmi menutup Kejuaraan Bulu Tangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) B Kalimantan Timur 2026 di Gedung Serbaguna Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Sabtu (23/5/2026).
Kejuaraan nasional yang berlangsung sejak 18 hingga 23 Mei 2026 itu mempertandingkan kategori usia dini U-11, anak-anak U-13, dan pemula U-15. Sebanyak 11 nomor partai final digelar pada hari penutupan.
Pada ajang tersebut, atlet-atlet muda dari PB Djarum, Exist Badminton Club, dan Taqi Arena Badminton Academy tampil dominan dengan meraih sejumlah gelar juara di berbagai kategori.
Mudyat Noor mengatakan, Sirnas bukan sekadar ajang perebutan gelar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet bulu tangkis nasional.
Menurutnya, turnamen kelompok usia merupakan ruang strategis untuk mengukur kualitas pembinaan klub maupun daerah.
“Sirnas ini bukan sekadar turnamen, tetapi panggung pembinaan untuk menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya menjadi tulang punggung bulu tangkis Indonesia,” ujar Mudyat Noor dalam sambutannya.

Ia turut mengapresiasi seluruh panitia pelaksana, perangkat pertandingan, sponsor, hingga relawan yang dinilai berhasil menjaga pelaksanaan kejuaraan berjalan sesuai standar PBSI nasional.
Selain memberikan ucapan selamat kepada para juara, Mudyat Noor juga memotivasi atlet yang belum berhasil meraih podium agar tetap semangat dan menjadikan kekalahan sebagai bahan evaluasi untuk berkembang lebih baik.
“Jangan cepat puas bagi yang menang, dan jangan berkecil hati bagi yang belum berhasil. Pembinaan atlet adalah proses panjang yang membutuhkan disiplin, mental bertanding, dan kerja keras,” katanya.
Turut hadir dalam penutupan tersebut perwakilan KONI Kalimantan Timur H. Rusdiansyah Aras, Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin, serta Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari.
Di balik suksesnya penyelenggaraan Sirnas B Samarinda, tantangan pembinaan atlet daerah juga menjadi perhatian.
Dominasi klub-klub besar nasional dalam perolehan gelar menunjukkan daerah masih perlu memperkuat sistem pembinaan berjenjang, mulai dari pencarian bakat, kualitas pelatih, hingga dukungan fasilitas latihan.
Bagi Kalimantan Timur, keberhasilan menjadi tuan rumah diharapkan tidak berhenti pada aspek penyelenggaraan semata, tetapi juga mampu mendorong lahirnya atlet-atlet lokal yang sanggup bersaing di level nasional hingga internasional.
Penutupan Sirnas B Kaltim 2026 berlangsung meriah dan penuh haru saat prosesi penyerahan medali dan piala kepada para juara.
Suasana kebanggaan terlihat dari para atlet muda, pelatih, hingga orang tua yang selama sepekan penuh mendampingi perjuangan para pemain di lapangan. (*/)












