Nasional

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Serukan Keadilan dan Kemandirian Bangsa

2
×

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Serukan Keadilan dan Kemandirian Bangsa

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia akan dihormati bangsa lain. Dia mengajak semua pihak untuk memegang dan menjalankan nilai-nilai dari Pancasila. (YouTube Setrpres)

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh negara-negara lain apabila mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026).

‎Dalam amanatnya, Prabowo menegaskan bahwa bangsa yang besar harus memiliki keberanian mengambil keputusan yang benar demi kepentingan rakyat, meskipun keputusan tersebut tidak selalu mudah untuk dijalankan.

‎“Bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani mengambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita. Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tetapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujar Prabowo.

‎Ia menekankan bahwa kemerdekaan suatu bangsa harus ditopang oleh kemakmuran dan kemandirian. Karena itu, Indonesia tidak boleh menjadi negara yang bergantung pada bantuan maupun belas kasihan bangsa lain.

‎Menurut Prabowo, sejak dahulu banyak pihak meragukan kemampuan Indonesia untuk tetap utuh karena memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat. Namun, kenyataannya Indonesia mampu bertahan dan tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

‎“Banyak negara yang mengatakan Indonesia tidak bisa utuh, tidak bisa bertahan karena terlalu banyak perbedaan. Tetapi faktanya Indonesia tetap berdiri tegak dan bersatu,” katanya.

‎Prabowo meyakini penerapan nilai-nilai Pancasila secara sungguh-sungguh dalam bidang politik, hukum, sosial, budaya, dan ekonomi akan membawa Indonesia menjadi negara maju sekaligus bangsa yang disegani di dunia internasional.

‎Ia menilai Indonesia memiliki potensi menjadi bangsa yang kuat karena persatuannya, makmur karena keadilannya, dan besar karena nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh seluruh rakyatnya.

‎“Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju dan makmur, tetapi juga menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain karena rakyatnya sejahtera,” tegasnya.

‎Selain itu, Prabowo berharap Indonesia dapat berperan sebagai kekuatan yang menjaga perdamaian dunia. Menurutnya, bangsa yang kuat dan mandiri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi juga dapat membantu negara lain yang membutuhkan.

‎Pada momentum Hari Lahir Pancasila tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya jajaran pemerintahan, untuk melakukan refleksi terhadap kondisi nasional. Ia mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

‎Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembangunan nasional demi mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

‎“Mari kita amalkan Pancasila. Mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya. (*/)