Nasional

Presiden Prabowo Ungkap Alasan Copot Tiga Bos BGN: Saya Tak Mau Uang Rakyat Dicuri

4
×

Presiden Prabowo Ungkap Alasan Copot Tiga Bos BGN: Saya Tak Mau Uang Rakyat Dicuri

Sebarkan artikel ini
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi melakukan pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral yang digelar di Istana Akasaka, Tokyo, pada Selasa, 31 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

TITIKNOL.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkap alasan di balik keputusannya mencopot tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

‎Di hadapan ribuan peserta yang terdiri atas Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan mitra program, Prabowo menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga integritas dan keberlangsungan program unggulan pemerintah tersebut.

‎Menurut Prabowo, langkah pergantian pimpinan bukan keputusan yang mudah. Namun, ia mengaku harus mengambil sikap tegas setelah menerima berbagai laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

‎Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengenang pesan mendiang ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat ketika menghadapi situasi sulit dalam mengambil keputusan.

‎“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengutip pesan sang ayah.

‎Prabowo menilai kualitas kepemimpinan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Karena itu, menurutnya, setiap pemimpin harus memiliki kompetensi, integritas, dan kejujuran dalam menjalankan amanah yang diberikan negara.

‎“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” tegasnya.

‎Selain menyinggung evaluasi di tubuh BGN, Prabowo juga menekankan pentingnya peran SPPI dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut para lulusan SPPI telah dipersiapkan secara khusus untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di berbagai daerah.

‎“Kita telah mendidik Saudara, merekrut Saudara, menggembleng Saudara, menanam nilai-nilai cinta Tanah Air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan me-manage dapur-dapur tersebut,” katanya.

‎Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat, khususnya dalam program yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat.

‎Ia bahkan menegaskan siap memperkuat lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.

‎“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegas Prabowo.

‎Presiden juga meminta seluruh kepala dapur MBG dan anggota SPPI untuk meningkatkan pengawasan di lapangan serta menghindari praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap program tersebut.

‎Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama demi kepentingan rakyat dan masa depan generasi Indonesia.

‎“Makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita. Dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” pungkasnya.

‎Sebagaimana diketahui, pemerintah sebelumnya melakukan evaluasi terhadap jajaran pimpinan BGN yang berujung pada pergantian tiga pejabat, yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

‎Pasca pencopotan tersebut, kantor BGN di Jakarta Pusat digeledah oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Ketiganya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan langsung menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. (*/)