TitiknolKaltara

Pemprov Kaltara Dukung Pembentukan Kampus Budaya, Perkuat Pelestarian Warisan Daerah‎‎

7
×

Pemprov Kaltara Dukung Pembentukan Kampus Budaya, Perkuat Pelestarian Warisan Daerah‎‎

Sebarkan artikel ini
Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si., membuka Dialog Kebudayaan bertema “Urgensi Kampus/Fakultas Budaya di Kaltara” yang diinisiasi Yayasan Sejarah dan Budaya Kaltara (YSBKU) di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (24/6/2026).

TITIKNOL.ID, KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan dukungan terhadap pembentukan kampus atau fakultas budaya sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelestarian warisan budaya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

‎Dukungan tersebut disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si., saat mewakili Gubernur Kaltara membuka Dialog Kebudayaan bertema “Urgensi Kampus/Fakultas Budaya di Kaltara” yang diselenggarakan Yayasan Sejarah dan Budaya Kaltara (YSBKU) di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (24/6).

‎Dalam sambutannya, Taufik menegaskan bahwa Kalimantan Utara memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Keragaman tersebut mencakup suku, bahasa daerah, tradisi, kesenian, pengetahuan lokal, hingga warisan sejarah yang tersebar dari wilayah pesisir hingga pedalaman.

‎Meski memiliki potensi budaya yang besar, hingga saat ini Kaltara belum memiliki lembaga pendidikan tinggi yang secara khusus fokus mengembangkan ilmu-ilmu kebudayaan dalam bentuk kampus maupun fakultas budaya.

‎“Lembaga pendidikan formal ini dapat menjadi pusat kajian, penelitian, dokumentasi, pelestarian, sekaligus pengembangan kebudayaan daerah,” ujar Taufik.

‎Menurutnya, dialog kebudayaan yang digelar tersebut menjadi forum penting untuk menghimpun gagasan, pemikiran, dan masukan dari berbagai pihak guna merumuskan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan kebudayaan di Kalimantan Utara.

‎Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus didukung oleh penguatan identitas budaya sebagai bagian dari karakter dan jati diri masyarakat.

‎Keberadaan kampus atau fakultas budaya dinilai akan berperan penting dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal sekaligus menjadi pusat kajian ilmiah yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

‎Selain aspek pelestarian budaya, sektor kebudayaan juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Pengembangan pariwisata berbasis budaya, industri kreatif, festival seni, kerajinan tradisional, seni pertunjukan, hingga kuliner khas daerah membutuhkan dukungan riset, inovasi, dan tenaga ahli yang kompeten.

‎“Keberadaan kampus atau fakultas budaya tidak hanya penting bagi pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan,” jelasnya.

‎Taufik menambahkan, pembentukan kampus atau fakultas budaya merupakan kebutuhan strategis bagi Kalimantan Utara. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal.

‎Kegiatan dialog kebudayaan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, akademisi, budayawan, seniman, peneliti sejarah dan budaya, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas budaya yang ada di Kalimantan Utara. (*/)