TitiknolKaltara

Pemprov Kaltara Luncurkan SINERGI, UMKM Kini Bisa Langsung Terhubung ke Kawasan Industri

14
×

Pemprov Kaltara Luncurkan SINERGI, UMKM Kini Bisa Langsung Terhubung ke Kawasan Industri

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta investor untuk terlibat aktif dalam ekosistem SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara), Senin (21/7).

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta investor untuk bergabung dalam ekosistem SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara), sebuah platform digital yang dirancang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi produk dan jasa UMKM lokal, Senin (21/7/2026).

‎Peluncuran sistem tersebut menjadi langkah strategis Pemprov Kaltara dalam memastikan pelaku UMKM tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran sebagai bagian dari rantai pasok kawasan industri, khususnya di Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi yang memiliki luas sekitar 10.100 hektare.

‎Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan pemerintah kini menerapkan pendekatan yang lebih proaktif dengan mendatangi langsung pengelola kawasan industri dan investor untuk memetakan kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh UMKM daerah.

‎”Kami mengajak seluruh investor dan pengembang kawasan untuk membuka ruang kolaborasi bersama UMKM Kaltara. Melalui SINERGI Kaltara, pemerintah siap menjembatani kebutuhan industri dengan kemampuan pelaku usaha lokal secara lebih terukur dan profesional,” ujar Denny.

‎Menurutnya, pola lama yang menunggu investor mencari potensi daerah kini telah diubah. Pemerintah justru aktif mendatangi investor agar kebutuhan industri dapat dipadukan dengan kemampuan UMKM lokal.

‎”Kita balik polanya. Pemerintah datang ke investor dan bertanya apa kebutuhan kawasan industri. Tugas kami adalah menyiapkan UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut melalui sistem yang terintegrasi,” tegasnya.

‎Melalui SINERGI Kaltara, seluruh proses bisnis dilakukan dalam satu platform. Sistem ini mempertemukan pasokan (supply) produk dan jasa UMKM dengan permintaan (demand) perusahaan-perusahaan besar.

Standarisasi produk, spesifikasi teknis, legalitas usaha, hingga transparansi harga dikelola secara sistematis sehingga memudahkan proses kemitraan.

‎Untuk memperkuat implementasi program tersebut, Pemprov Kaltara juga tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) serta Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai payung hukum kemitraan antara UMKM dan pelaku industri.

‎Selain itu, pemerintah membentuk forum pendampingan yang bertugas membantu pelaku UMKM mengurus legalitas usaha, meningkatkan kualitas produk, hingga memperbaiki standar kemasan (packaging) agar sesuai dengan kebutuhan industri.

‎Denny menjelaskan, UMKM yang telah terdaftar dan lolos proses verifikasi akan memperoleh pengakuan sebagai mitra yang memenuhi standar industri sehingga memiliki peluang pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

‎”Bagi UMKM, ini kesempatan besar untuk naik kelas. Bagi investor, ini memberikan kepastian pasokan lokal yang lebih cepat, efisien, dan sesuai standar. Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan,” katanya.

‎Lebih jauh, SINERGI Kaltara diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal menuju pasar internasional seiring berkembangnya aktivitas industri dan ekspor di Kalimantan Utara.

‎Pemprov Kaltara optimistis integrasi sistem tersebut akan mempercepat perputaran ekonomi daerah, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus memperluas manfaat pembangunan industri bagi masyarakat.

‎Melalui dinas teknis sebagai leading sector, pemerintah kini terus melakukan sosialisasi guna mengajak lebih banyak UMKM potensial bergabung dalam ekosistem pembinaan dan kemitraan industri.

‎”Kami mengundang seluruh pelaku UMKM untuk bergabung dalam SINERGI Kaltara. Mari kita bangun ekosistem usaha yang kuat bersama pemerintah, investor, dan pengembang kawasan demi kemajuan ekonomi Kaltara,” pungkas Denny. (Advertorial/dkisp)