PenajamTitiknolKaltim

PPU Tawarkan Investasi dari Kawasan Industri hingga Pariwisata, Proyeksi Capai Rp1,3 Triliun

4
×

PPU Tawarkan Investasi dari Kawasan Industri hingga Pariwisata, Proyeksi Capai Rp1,3 Triliun

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, mengatakan posisi PPU sebagai daerah penyangga sekaligus gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu daya tarik yang terus ditawarkan kepada investor.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperluas peluang investasi dengan menawarkan berbagai sektor potensial kepada calon investor. Tidak hanya kawasan industri, peluang tersebut juga mencakup sektor pangan, pariwisata, jasa hingga peternakan.

‎Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU, Amrullah, mengatakan posisi PPU sebagai daerah penyangga sekaligus gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu daya tarik yang terus ditawarkan kepada investor.

‎“Harapan kita memang dengan sebagai gerbang Nusantara itu investor menjadi, PPU jadi dilirik untuk berinvestasi di sini,” kata Amrullah, Jumat (28/8/2026).

‎Untuk memperkuat daya tarik tersebut, Pemkab PPU telah menyiapkan sejumlah proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO). Proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor, mulai dari real estate, kawasan peruntukan industri, hilirisasi pangan, pelabuhan bongkar muat, perhotelan dan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), hingga peternakan sapi potong modern.

‎Selain proyek yang telah masuk dalam IPRO, pemerintah daerah juga terus memetakan potensi unggulan lainnya yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah pariwisata dan jasa.

‎Amrullah mengatakan promosi investasi terus dilakukan dengan membawa berbagai potensi daerah ke tingkat pemerintah pusat maupun kepada calon investor. Upaya tersebut dilakukan agar peluang investasi di PPU semakin dikenal seiring berkembangnya kawasan IKN.

‎“Makanya kita ini, Pak Bupati selalu melakukan ya mungkin jualanlah di pusat terkait masalah potensi-potensi yang kita miliki di Kabupaten Penajam Paser Utara ini,” ujarnya.

‎Di sektor pertanian, peternakan menjadi salah satu potensi yang turut ditawarkan. Pemerintah daerah melihat pengembangan peternakan dapat menjadi bagian dari diversifikasi investasi sekaligus mendukung kebutuhan pangan di kawasan PPU dan IKN.

‎“Pertanian itu termasuk ternak, ternakan yang sering kita tawarkan pada investor itu,” kata Amrullah.

‎Sementara itu, data DPMPTSP PPU mencatat sebanyak 1.794 pelaku usaha telah mendaftarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.792 merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN), sedangkan dua lainnya merupakan penanaman modal asing (PMA).

‎Jika dilihat berdasarkan skala rencana investasi, sebanyak 1.784 pelaku usaha memiliki rencana investasi di bawah Rp5 miliar. Sementara delapan pelaku usaha tercatat memiliki rencana investasi di atas Rp10 miliar.

‎Secara keseluruhan, proyeksi nilai rencana investasi yang tercatat hingga September 2026 mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan adanya aktivitas investasi yang terus berkembang sekaligus menjadi modal bagi PPU untuk memperluas basis penanaman modal di berbagai sektor.

‎Pemkab PPU berharap semakin beragamnya peluang investasi yang ditawarkan dapat menarik investor dengan skala dan bidang usaha yang lebih luas. Dengan demikian, pertumbuhan investasi tidak hanya bertumpu pada sektor industri, tetapi juga dapat mendorong perkembangan pangan, pariwisata, jasa dan peternakan sebagai sektor pendukung kawasan IKN. (TN02/Adv/Diskominfo PPU)