PenajamTitiknolKaltim

Kampung Nelayan Merah Putih PPU Mulai Dibangun, Anggaran Capai Rp22 Miliar

4
×

Kampung Nelayan Merah Putih PPU Mulai Dibangun, Anggaran Capai Rp22 Miliar

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, pembangunan di kedua kawasan tersebut telah berjalan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memasuki tahap konstruksi.

Dua lokasi yang menjadi bagian awal program tersebut berada di Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah.

‎Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, pembangunan di kedua lokasi tersebut telah berjalan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani.

‎Pemkab PPU juga telah melakukan koordinasi dengan tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana.

‎“Ada dua lokasi yang sudah berkontrak dan sedang dalam proses pembangunan. Kemarin tim dari kementerian juga sudah datang, sudah kita sambut dan lakukan koordinasi. Pelaksanaannya di Nenang dan Tanjung,” kata Mudyat, Rabu (21/9/2026).

‎Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada pekerjaan fisik dasar kawasan. Di antaranya pembangunan pondasi dan dermaga yang nantinya menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas masyarakat nelayan.

‎Setelah struktur utama selesai, kawasan tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Pemerintah pusat telah menyiapkan fasilitas berupa cold storage, tangki BBM untuk nelayan, serta sejumlah sarana penunjang lainnya.

‎Mudyat menyebut proses pengadaan fasilitas pendukung tersebut telah dilakukan oleh pemerintah pusat. Fasilitas itu nantinya dapat dipasang setelah pekerjaan pondasi dan dermaga rampung.

‎“Proses lelangnya sudah dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan pemenangnya sudah ada. Jadi begitu pondasi dan dermaga fisiknya selesai dibangun, fasilitas storage dan pendukungnya tinggal dipasang di lokasi,” ujarnya.

‎Untuk pembangunan dua lokasi awal tersebut, kebutuhan anggaran secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp18 miliar hingga Rp22 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN melalui KKP dan mencakup pembangunan kawasan beserta fasilitas pendukungnya.

‎Selain dua lokasi tersebut, Pemkab PPU masih mengusulkan sejumlah wilayah lain agar dapat menjadi bagian dari pengembangan program KNMP.

‎Beberapa lokasi yang diusulkan antara lain Jenebora, Waru, dan Babulu.

‎Menurut Mudyat, pengembangan KNMP diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan kawasan permukiman nelayan. Kehadiran fasilitas pendukung juga diharapkan dapat membantu nelayan dalam menangani, menyimpan, hingga meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan.

‎Dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas penunjang tersebut, pemerintah daerah berharap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir semakin berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan di Kabupaten PPU. (*/)