TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mempertimbangkan uji coba pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hingga tiga hari menyusul perubahan kondisi lingkungan di sejumlah wilayah.
Rencana tersebut akan dibahas bersama Dinas Pendidikan Kabupaten PPU sebelum pemerintah daerah menentukan langkah lanjutan terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan bahwa pelaksanaan PJJ sebelumnya telah diserahkan kepada masing-masing sekolah.
Namun, perkembangan kondisi di lapangan mendorong pemerintah daerah untuk kembali mengevaluasi kemungkinan penerapan pembelajaran dari rumah.
Menurut Mudyat, pemerintah daerah akan memanggil Dinas Pendidikan guna membahas rencana uji coba tersebut.
Evaluasi awal diperlukan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat.
“Nanti kita coba panggil Dinas Pendidikan untuk mencoba melaksanakan PJJ, mungkin dengan masa percobaan dua sampai tiga hari dulu. Kita lihat kondisinya,” kata Mudyat, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan di Kabupaten PPU dapat berubah dari waktu ke waktu dan tidak selalu sama di setiap kecamatan.
Situasi di Babulu, Waru, maupun Penajam menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
“Memang kondisinya berubah, kadang Babulu yang baik, kadang Waru yang jauh lebih baik, kadang Penajam. Kalau saya lihat dari laporan teman-teman kesehatan, kondisinya berubah-ubah,” ujarnya.
Mudyat menambahkan, laporan dari sektor kesehatan menjadi salah satu sumber informasi bagi pemerintah daerah untuk memantau perkembangan kondisi lingkungan.
Informasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan.
Meski demikian, rencana uji coba PJJ tersebut belum menjadi keputusan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh secara menyeluruh di seluruh wilayah PPU.
Pemerintah daerah masih akan membahasnya bersama instansi terkait sebelum menetapkan kebijakan.
Dalam pembahasan tersebut, Dinas Pendidikan diharapkan memberikan masukan mengenai kesiapan sekolah, teknis pelaksanaan, serta metode pembelajaran yang dapat diterapkan agar peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan secara optimal.
Mudyat menilai kondisi PPU secara umum masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain. Kendati demikian, pemantauan secara berkala tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan situasi di masing-masing wilayah.
Apabila uji coba PJJ dilaksanakan, hasil pemantauan selama dua hingga tiga hari akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
Dengan demikian, keputusan yang diambil diharapkan tetap mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai kebutuhan peserta didik. (Adv/DiskominfoPPU)











