Kolaborasi Menemukan Formulasi Tepat Ranperda Narkotika 

Anggota DPRD Kaltara, Hj. Ainun Farida bersua Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. M. Aris Purnomo membicarakan terkait penyusunan Raperda Kalimantan Utara tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. TITIKNOL.ID/HO-SETWAN

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Melihat kondisi penyebaran dan penyalahgunaan narkotika sangat besar di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara membentuk satu produk hukum tentang pemberantasan narkotika yang termuat kedalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. 

Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kaltara pun terus melakukan pembahasan demi mendapatkan formulasi yang tepat terkait peraturan tersebut. Kali ini Pansus I melakukan konsultasi dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim).

Pansus ini terdiri dari Ketua Pansus I, Ainun Farida bersama anggota pansus yakni Nurhayati Andris, Markus Sakke, dan Khaeruddin Arief Hidayat, serta Kepala Badan Kesbangpol Kaltara.

“Pertemuan ini untuk sharing terkait dengan kolaborasi BNNP dengan pemda terkait dengan peredaran gelap Narkotika dalam melakukan pencegahan,” tutur Ainun Farida, 16 Agustus 2023.

Dia mengatakan dalam pembahasan ranperda ini, Pansus I memerlukan banyak masukan terkait dengan penyempurnaan ranperda yang saat ini sedang dalam penyusunan.

Untuk itu, informasi yang diterimanya dari Kepala BNNP Jatim jika Ranperda ini masih ada beberapa pasal dan redaksi yang perlu diperbaiki. 

“Terkait dengan rehab medik dan rehab sosial, penyalahgunaan narkoba membutuhkan upaya preventif dan represif dalam mencegah keberlanjutan tindak penyalahgunaan narkoba termasuk transaksi narkotika,” ujarnya. 

Senada dengan anggota pansus lainnya yakni Markus Sakke menuturkan dengan adanya Ranperda ini nantinya petugas menjadi paham dimana saja titik-titik peredaran narkotika.
“Kami berharap hasil dari kunjungan ini ada banyak inovasi dan hal-hal baru yang bisa dibawa ke Kaltara untuk dapat menjadi referensi dalam penyempurnaan penyusunan Ranperda ini,” tutrnya. (red/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *