Sekda Risdianto: Pembangunan Bulungan Libatkan NGO Bidang Sipil dan Lingkungan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan. HO

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan banyak menarik perhatian mata nasional bahkan internasional. Selain wilayahnya (Kecamatan Tanjung Selor) sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Utara,  di KAbupaten Bulungan juga terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning dan Pembangkit Listrik Tenaga air (PLTA) Sungai Kayan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan, Risdianto mengatakan, Bulungan memiliki daya tawar lebih karena posisinya yang dianggap strategis.

Dia mengatakan, KIHI Tanah Kuning diproyeksikan bisa menarik investasi sekitar 132 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, Bulungan juga memiliki potensi sumber daya air dengan keberadaan Sungai Kayan, yang yang menjadi sentral proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 9.000 Megawatt (MW) di Kecamatan Peso.

“Demi mendukung keberadaan mega proyek raksasa tersebut Pemkab juga telah memetakan klaster wilayah Bulungan, yang nantinya menjadi wilaya perkotaan, industri, pertanian dan yang paling penting adalah kawasan konservasi,” ungkapnya.

Sehingga untuk mendukung terlaksananya 15 program prioritas Bulungan, kata Risdianto, Pemkab Bulungan juga telah menjalin kerjasama dengan Non Governmental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) non profit yang bergerak di bidang kemaslahatan sipil dan lingkungan menjadi mitra strategis daerah.

“NGO lingkungan bisa menarik pendanaan internasional untuk pembinaan masyarakat di sekitar kawasan hutan konservasi, agar tetap memiliki ruang akses, baik secara sosial ekonomi tanpa harus merusak hutan,” ujar dia.

Pemkab Bulungan memfasilitasi NGO untuk melaksanakan visi dan misi mereka di Bulungan dengan pendanaan internasional, tanpa sedikitpun membebani keuangan daerah. 

Dan masyarakat Bulungan mendapat manfaat pembinaan dalam upaya hidup selaras dengan hutan, dan hal tersebut adalah kerjasama saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme.

Baca Juga:   HUT Bulungan dan Tanjung Selor, Bupati Syarwani Minta Anak Muda Rawat Kesenian Daerah

Manager Perlindungan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Taufiq Hidayat, mengatakan yayasannya sedang membersamai semangat Kabupaten Bulungan, dengan visi, misinya termasuk 15 program prioritasnya.

“Setelah kami cermati ada sembilan program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat bernuansa hijau,” ungkapnya.

Salah satunya, mandatani, pariwisata berbasis kearifan lokal, satu desa satu produk dan lain sebagainya.

Ia mengatakan, konteks Bulungan menjadi menarik, karena selain jadi pusat pemerintah provinsi, termasuk terdapat KIHI Tanah Kuning dan PLTA Kayan. 

“Hal tersebut tentu problematik bagi kami yang bergerak di bidang konservasi,” ujarnya.

Meski demikian pola yang dia terapkan bukan konservasi fasis, namun konservasi populis bersentuhan langsung dengan masyarakat seluruhnya. Dengan melihat konstelasi Bulungan yang memiliki Landscape Kayan 660 ribu hektar dimulai dari Desa Pejalin hingga Long Peleban.

Dalam landscape Kayan seluas 660 ribu hektar tersebut ada masyarakat yang masih hidup bersama alam. 

“Sehingga penekanan program kita banyak di sana,” ujarnya.

YKAN memastikan ada pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berbasis masyarakat, yang diharapkan selaras dengan dengan 15 program prioritas Kabupaten Bulungan.

“Termasuk pengelolaan perhutanan sosial, makanya kita dengan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Tarakan dan Bulungan mendorong perhutanan sosial di seluruh Landscape Kayan,” ujarnya.

Harapnya, suku asli yang mendiami wilayah Landscape Kayan ini masih memiliki akses ruang atau wilayah kelolanya terhadap hutan.

“Jangan sampai kehilangan akses atas ruang kelola tersebut, sehingga kita secara problematik mendorong itu, dan kita mengajak banyak pihak ayo membantu Bulungan,” kata dia. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *