PEDULI SAMPAH – Sekda Penajam Paser Utara (PPU) Tohar saat menerima cinderamata dalam acara Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam. TITIKNOL.ID
TITIKNOL.ID,PENAJAM – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan aksi tanam pohon, penyerahan bibit mangrove serta bersih-bersih pantai bersama pelajar.
Kegiatan bertema “Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif” untuk memajukan upaya daur ulang jenis sampah plastik, digelar di kawasan pantai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Rabu (21/2/2024).
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar mewakili Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun menyampaikan, HPSN diperingati setiap 21 Februari sejak tahun 2006, dilatarbelakangi peristiwa tragedi longsor sampah di TPA Leuwi Gajah yang terjadi 21 Februari 2005.
Kejadian itu menyebabkan 141 orang meninggal dan 6 orang terluka, dengan biaya pemulihan mencapai Rp80 miliar.
“Sejak itu, HPSN diperingati setiap tahun sebagai momentum agar kita semakin baik dalam mengelola sampah, dan mampu meningkatkan kepedulian dan komitmen bersama untuk menyikapi sampah dengan lebih baik, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang,” ucap Tohar.
“Selamat Hari Peduli Sampah Nasional untuk kita semua. Semoga momentum ini menjadikan kita lebih peduli terhadap pengelolaan sampah,” tambahnya.
Tohar mengatakan pemerintah Kabupaten PPU telah menyusun kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) yang dijabarkan dalam Peraturan Bupati PPU Nomor 25 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 12 tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
“Dalam mendukung upaya pengurangan sampah plastik, pemerintah Kabupaten PPU telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 33 tahun 2021 tentang Pengurangan Penggunaan Produk Plastik Sekali Pakai,” jelasnya.
Tohar menjelaskan, di dalam Jakstrada, Pemkab PPU telah mencanangkan target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen di tahun 2025, sedangkan tahun 2024 ini ditargetkan pengurangan sampah sebesar 28 persen dengan penanganan sampah 72 persen yang harus terus ditingkatkan pelayanannya.
“Ini menjadi tantangan, karena menurut data BPS, pada tahun 2019 jumlah penduduk PPU mencapai 173.671 jiwa dan diproyeksikan terus meningkat ke angka 190.000 jiwa pada tahun 2023. Dengan peningkatan ini tentunya akan meningkatkan timbunan sampah yang pada tahun 2023 tercatat mencapai 35.323 ton per tahun atau 96,78 ton per hari,” ungkap Tohar.
Dia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah adalah kewajiban bersama sebagai penghasil sampah. Oleh karena itu, seluruh elemen harus bertanggung jawab menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, serta meningkatkan kerjasama dalam upaya untuk mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Program lain yang telah dicanangkan untuk mengatasi masalah persampahan, yakni sejak tahun 2020 telah dicanangkan program Layanan Sahabat Lama dan SERBUGASS (seratus bank sampah unit dan gerakan sedekah sampah) dengan konsep dasar 3R, yaitu mengurangi (Reduce), memanfaatkan (Reuse) dan mendaur ulang (Recycle) sampah,” jelasnya.
Tohar meminta, pada momentum ini, pemerintah akan berkomitmen dan peduli dalam mengelola sampah lebih baik, sehingga berdampak aman pada lingkungan.
Tohar juga mengucapkan terima kasih kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk atas bantuan dan kepeduliannya terhadap permasalahan sampah dan lingkungan hidup di PPU sehingga kegiatan penanaman, penyerahan bibit mangrove dan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Nipah-Nipah dapat terlaksana dengan baik. (Advertorial/Kominfo)












