News google
Nasional

Menteri PANRB Tolak Penerimaan ASN Ditunda, Ini Alasannya

×

Menteri PANRB Tolak Penerimaan ASN Ditunda, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas tetap akan melaksanakan penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) dan tidak akan dilakukan penundaan

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas. INT

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas tetap akan melaksanakan penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) dan tidak akan dilakukan penundaan. TITIKNOL.ID/HO

TITIKNOL.ID,JAKARTA –   Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas tetap akan melaksanakan penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) dan tidak akan dilakukan penundaan.

Terutama penundaan penerimaan non ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), karena sesuai dengan keputusan yang tertuang dalam UU ASN Nomor 20 tahun 2023 dan telah disepakati dengan Komisi II DPR RI.

Abdullah Azwar Anas mengatakan, meski ada permintaan dari ombudsman untuk menunda penerimaan ASN hingga pelaksanaan Pilkada tidak akan dilakukan.

“Bahwa tenaga non ASN selambat-lambatnya diselesaikan hingga Desember sehingga dari sisi regulasi tidak bisa kami tunda,” ujar seperti dikutip di IG Kemenpan.

Selain itu, ia menjamin bahwa pegawai non ASN tidak akan terjadi penambahan lagi karena data mereka sudah masuk di Kemenpan.

“Kekhawatiran bahwa nanti ada data baru karena proses politik di daerah tidak akan terjadi tumpan tindih karena data mereka sudah masuk,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian PANRB telah memberikan persetujuan 1,2 juta yang terbagi menjadi 427.650 formasi pada instansi pusat dan 862.174 formasi pada instansi daerah.

 Jumlah tersebut bagian dari tahap awal pemenuhan kebutuhan 2,3 juta ASN yang akan direkrut secara berkelanjutan.

Anas mengatakan, saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) sedang mempercepat verifikasi terhadap pengisian formasi yang dilakukan K/L dan Pemda. Namun, tercatat masih ada 4 instansi yang belum melakukan pengisian rincian formasi.

“Kami berharap 4 instansi itu segera mempercepat pengisian rincian formasinya di sistem BKN. Termasuk di dalamnya ada instansi daerah, yang sebenarnya sudah kita perpanjang ini tenggat pengisiannya. Kalau ini sudah beres 100 persen, kita bisa memulai pendaftaran CASN yang sudah ditunggu-tunggu publik,” jelas Anas.

Baca Juga:   PLN Dukung Sinergi Kementerian BUMN dan TNI, Maksimalkan Sumber Daya Hingga Pengamanan Aset

“Namun, untuk kepastian jadwal pengumuman oleh instansi, pendaftaran, dan seleksi, masih dinamis mengikuti perkembangan yang ada, karena ini juga terkait dengan kecepatan dan ketepatan pengisian dari K/L dan Pemda. Karena ada kasus, Pemda mengisi rincian, setelah diverifikasi BKN ternyata keliru, maka harus dibetulkan lagi,” ungkap Menteri Anas.

Anas merinci, dari total usulan yang disampaikan serta yang telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BKN, menghasilkan pemenuhan SDM talenta digital untuk penempatan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebanyak 2.906. Sementara pemenuhan talenta digital pemerintah daerah sebanyak 19.817 formasi.

Anas juga merinci pemenuhan SDM yang akan ditempatkan di IKN sebanyak 71.643 formasi.

“Jumlah itu terdiri dari 14.114 CPNS dan 57.529 PPPK,” papar Menteri Anas.

Anas mengingatkan agar masyarakat tidak mudah membaca informasi mengenai seleksi CASN dari portal informasi yang tidak valid. Seluruh informasi mengenai alur seleksi akan diumumkan melalui kanal-kanal resmi instansi pemerintah.

Selain itu, Anas juga menegaskan agar Masyarakat tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan. Anas mengatakan seleksi CASN menjunjung tinggi nilai transparansi dan akuntabilitas.

“Contohnya live score hasil tes di Kantor BKN. Peserta tes berada di dalam gedung, sedangkan orang tua dapat langsung melihat hasilnya secara realtime. Dengan adanya live score di youtube, maka tidak ada titipan orang dalam,” tegas Anas (*)