BulunganTitiknolKaltara

Buah Program ‘Satu Desa Satu Produk’, Pemkab Resmikan Rumah Produksi Cokelat Desa Pejalin

×

Buah Program ‘Satu Desa Satu Produk’, Pemkab Resmikan Rumah Produksi Cokelat Desa Pejalin

Sebarkan artikel ini
Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan pidato pada peresmian rumah produksi cokelat di desa Pejalin, Tanjung Palas, Bulungan, rabu (23/5/2024). IST

TITIKNOL.ID – Program Pemkab Bulungan, Satu Desa Satu Produk mulai menunjukkan hasil. Hal ini dibuktikan dengan peresmian rumah produksi cokelat di Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas, Rabu (22/5/2024) oleh Bupati dan Wakil Bulungan Syarwani-Ingkong Ala bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan.

Peresmian ini menjadi wujud sinergi dan komitmen bersama dalam mendorong ekonomi desa melalui pengembangan produk cokelat lokal.

Bupati Bulungan, Syarwani, bersama rombongan Forkopimda mengawali kunjungannya dari rumah jabatan menuju Desa Pejalin pada pukul 10.00 WITA. Setibanya di lokasi, mereka langsung disuguhkan dengan berbagai hasil olahan cokelat yang telah tertata rapi.

“Produksi cokelat ini dihasilkan langsung oleh para petani cokelat di Desa Pejalin. Saat ini, produk cokelat telah dikemas dan siap dipasarkan,” kata Syarwani.

Lebih lanjut, Syarwani menyampaikan bahwa usaha para petani cokelat di Bulungan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah.

“Dukungan ini meliputi sertifikasi halal dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT),” ujarnya.

Pemkab Bulungan pun berkomitmen untuk terus mendukung keberadaan rumah produksi cokelat ini.

“Rumah produksi ini merupakan bagian dari 15 program prioritas Bulungan, yaitu Satu Desa Satu Produk. Desa Pejalin dengan luas tanam cokelat lebih dari 10 hektar menjadi salah satu fokus pengembangan program ini,” jelas Syarwani.

Melihat potensi besar yang dimiliki Desa Pejalin dalam budidaya cokelat, Syarwani berharap sinergi dan kolaborasi dapat terus ditingkatkan.

“Kami harap sinergitas ini dapat ditingkatkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Selain itu, kami juga telah memberikan dukungan melalui dana Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Teknologi (TAKE),” lanjutnya.

Melalui dana TAKE, Bulungan telah mengalokasikan tujuh mesin pengolah cokelat untuk rumah produksi cokelat di Desa Pejalin. Mesin-mesin tersebut meliputi mesin sangrai kakao, mesin pemecah kulit, mesin penempa minyak, dan berbagai mesin lainnya.

Baca Juga:   Sabtu Pagi, Warga Bantu Pencarian Pesawat Smart Air di Krayan Tengah Nunukan

Dengan peresmian rumah produksi cokelat ini, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk cokelat lokal dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pejalin. Sinergi dan kolaborasi yang terjalin antara Pemkab, Forkopimda, dan Kementan menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut. (*/wil/adv)