Penajam

Banyak Barcode Pengisian Partalite Terblokir, Ini Penjelasan Petugas SPBU Nipah-Nipah PPU

297
×

Banyak Barcode Pengisian Partalite Terblokir, Ini Penjelasan Petugas SPBU Nipah-Nipah PPU

Sebarkan artikel ini

Petugas SPBU Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menerima banyaknya keluhan dari sopir baik travel maupun angkutan kota karena barcode pengisian partalite mereka terblokir

Pengawas Lapangan SPBU Nipah-Nipah, Dedi Wijaya, Kamis (30/5/2024) menjelaskan, bahwa pemblokiran barcode itu bukan menjadi kewenangan SPBU namun menjadi keputusan dari PT Pertamina. TITIKNOL.ID

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Petugas SPBU Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menerima banyaknya keluhan dari sopir baik travel maupun angkutan kota karena barcode pengisian partalite mereka terblokir.

Pengawas Lapangan SPBU Nipah-Nipah, Dedi Wijaya, Kamis (30/5/2024) menjelaskan, bahwa pemblokiran barcode itu bukan menjadi kewenangan SPBU namun menjadi keputusan dari PT Pertamina.

Ia mengakui, banyak sopir angkutan kota maupun travel yang menyampaikan komplain karena barcode yang mereka miliki tidak bisa digunakan atau terblokir.

“Kami sampaikan bahwa itu bukan kewenangan SPBU tapi itu kewenangan Pertamina untuk membuka blokir itu,”ujarnya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan kelurahan para sopir namun pihak Pertamina mengatakan bahwa mereka harus mengajukan pengaduan melalui 135.

Dedi menjelaskan, bahwa pemblokiran ini terjadi karena pengisian dilakukan 2 kali sehari, sementara penggunaan barcode hanya dilakukan sekali dalam sehari.

Ia mengatakan, hal ini banyak dialami mobil travel dimana mereka mengisi BBM di SPBU Nipah-Nipah menggunakan barcode.

Kemudian mereka mengantar penumpang ke Batu Kajang, Kabupaten Paser.

“Mereka kembali lagi ke Penajam ingin mengisi pertalite tidak bisa karena belum 24 jam. Itu sistem yang mengatur bukan kami. Nah pada akhirnya barcode mereka terblokir dan tidak bisa digunakan lagi kecuali kalau blokir itu dibuka Pertamina,” katanya.

Dedi mengatakan, pihaknya juga banyak yang meminta kebijakan dari SPBU Nipah-Nipah namun hal iu tidak bisa dilakukan.

“Kami sampaikan mohon maaf tidak bisa kami beri kebijakan, karena nanti kami juga akan mendapat teguran atau sanksi dari Pertamina,” ucapnya. (*)