Penajam

Bongkar Pasang Kepala  Otorita, Makmur Marbun Berpeluang  Duduki Kepala OIKN

×

Bongkar Pasang Kepala  Otorita, Makmur Marbun Berpeluang  Duduki Kepala OIKN

Sebarkan artikel ini

Catatan: Achmad Fitriady. M (Ketua Komunitas Gembel PPU)

DI TENGAH ramainya spekulasi opini, di kalangan masyarakat, terkait mundurnya Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono beserta Wakilnya Dhony Rahajoe, menjadi perbincangan hangat, di tengah berjalannya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tak membahas hal-hal mengapa dan kenapa mundurnya sepasang pengantin tersebut, tetapi siapa yang berpeluang memegang tongkat estafet kepemimpinan, untuk merampungkan laju pembangunan IKN.

Makmur Marbun yang kini menjabat sebagai, Penjabat Bupati Penajam Paser Utara, memiliki kesempatan untuk menjadi Kepala Otorita IKN, di tengah kosongnya Jabatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN, yang kini di isi sebagai Plt oleh Basuki Hadimuldjono, sebagai Kepala OIKN dan Raja Juli Antoni sebagai wakil OIKN.

Bagaimana tidak, Makmur Marbun, dengan sepak terjangnya selama memimpin PPU, memperlihatkan arah gerak pembangunan, arah pembangunan dengan konteks pemberdayaan masyarakat, sehingga perputan ekonomi berjalan dengan stabil ditengah gempuran inflasi.

Menghidupkan UMKM, acara Car Free Day, hingga suksesnya Taruna Latsitarda, bahkan sebagian strategi dalam menangani Inflasi, membuka ruang-ruang komunikasi yang sangat cepat untuk merumuskan kebijakan.

Peluang dan kesemoatan ini, sangat besar, sebagai repsentatif keterlibatan Masyarakat Penajam, kenapa pernyataan ini, hal ini bukti dari respon positif masyarakat oleh kinerja beliau.

Yang memang sebelumnya, Makmur Marbun, mengampu jabatan sebagai Direktur Prodak Hukum Daerah, Kemeterian Dalam Daerah, Dirjen Otonomi Daerah, sebelum mempin Penajam Paser Utara, Gebraknndan kebijakan tepat sasaran.

Ini sebagai bentuk pemerataan pembangunan, sebagaimana pembangunan di IKN, maka selaras dengan pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara, sehingga bukan lagi berbicara sebagai teras, ruang tetapi sudah selaras dalam pembangunan, dari aspek infrastruktur hingga pembangunan Manusia.

Baca Juga:   TERBARU MK Tegaskan Putusan Sidang Sengketa Pilpres 2024 Diumumkan 22 April

Banyak Spekulasi

Media sedang ramai memperbincangkan, masalah berhentinya  atau mundurnya Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), dari kalangan dunia nyata hingga dunia maya, hal inipun dilansir dari berbagai media nasional hingga internasional.

Bagaimana tidak, ditengah berjalannya roda pembangunan di Kecamatan Sepaku ini, dalam rangka percepatan pembangunan, dalam cita-cita jokowi sebelum berakhirnya masa jabatannya.

Tidak tanggung, Kepala OIKN sekaligus Wakil Kepala Otorita IKN ikut serta dalam pengunduran dirinya, Bambang Susantono dan  Dhony Rahajoe.

Hal ini juga diumumkan oleh Sesneg (Sekretaris Negara) Pratikno, sekaligus mengumumkan pengganti Kepala OIKN sebagai Plt. Basuki Hadimuldjono dan wakilnya Raja Juli Antoni.

Akhirnya menjadi kegaduhan untuk didiskusikan, hingga melahirkan spekulasi pendapat, hal ini berkaitan dengan isue legislasi Nasional   terhadap revisi Undang-Undang Nomor 04 tahin 2016 Tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), revisi ini berbenturan langsung dengan para pekerja yang ada di IKN, dimana peseta tapera diwajibkan, kepesertaan selain ASN (Aparatur Sipil Negara), ditambah dengan lembaga Swasta, para pekerja swasta wajib menjadi peserta, TAPERA, sehingga kisah klasik keluhan para pensiunan PNS/ASN, belum tuntas, soal keluh dari PNS sebagai anggota tetap susahnya mengklaim tapera, begitu sulit dari segi persyaratan, belum lagi soal Asabri (Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), notabenenya hampir sama dengan Tapera sekian tahun dikorupsi, disusul dengan Jiwasraya, hal ini melahirkan opini negatif terhadap kebijakan ini.

Sehingga berdampak pada pekerja yang hari ini membangun candi  IKN, dengan sistem kebut şemalam (istilah) dengan dikebut, secara otomatis para pekerja swasta akan menjadi angota Tapera, jika Undang-undang ini benar-benar disahkan, revisi Undang-undang tesebut seperti dimudahkan dan mendapatkan karpet merah,   melahirkan asumsi atau pendapat dianggap sebagai Keringat yang diperas uituk keberlangsungan Negara.

Baca Juga:   Kunjungi Pasar Waru, Presiden Jokowi Sebut Harga Cabai Rp80 Ribu Sudah Bagus

Pendapat berikutnya adalah ketidak mampuan Bambang dalam merampungkan pembangunan IKN, dalam percepatannya, dimana akan ada agenda besar yang akan dilaksanakan Presiden Jokowi  di IKN, beliau berencana untuk melaksanakan Upacara Bendera, memperingati Hari Ulang Tahun Republik indonesia di Otorita, pada tanggal 17 Agustus 2024 nanti, dari 100 persen perencancan faktanya terprogres kurang lebih 40%, sehingga menjadikan alasan itu juga yang membuat pengunduran ini terjadi.

Selain itu, ada yang berpendapat jika, Bambang lain garbiog dari salahsatu partai besar di indonesia, yang mensukseskan pemilihan presiden yang baru saja dilaksanakan di bulan April dimana kalangan muda menyebutnya sebagai bulan kasih sayang, para penyelenggara  Pemilu menyebutnya bulan kasih suara.

Hal ini juga yang menjadikan alasan nutuk menarik diri dari tatanan pemerintahan yang berkelanjutan, atau mungkin tekanan atau preseur yang selalu datang silih berganti, membuat Kepala Otorita IKN dan Wakil Kepala Otorita IKN akhirnya, membulatkan tekad untuk memilih mundur sebagai kepala OIKN.

Tulisan ini Hanna spekulant, atau pendapat yang simpulkan dari obrolan atau diskusi warung kopi, untuk mempertajam analisa, terhadap perkembangan pembangunan di Kabupaten PPU, yang hari ini sudan berjalan, dari jalan yang berdebu dan berlumpur nampak terlihat jelas dengan keadaan yang ada, beberpa tower gedung yang menjulang ke angkasa seperti menara karin, dalam film Dragon Ball nampak jelas dan telihat, dan aktifitas dimalam hari, terlihat beberpa cran yang bekerja mangangkut campuran semen dari kiri, kekanan-kanan ke kiri.

semoga kabupaten tercinta kabupaten Penajam paser utara, bukan sebagai objek, pemuas tetapi benar-benar komitmen dalam pemerataan pembangunan, dari pembângunan fisik hingga pembangunan Sumber Daya Manusia (*)