Penajam

Banjir di Ibu Kota Nusantara Sudah Surut, Ternyata Ini Penyebabnya

485
×

Banjir di Ibu Kota Nusantara Sudah Surut, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

SURUT- Salah satu lokasi kondisi banjir di Sepaku, Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah mulai surut. Rencananya, Selasa (25/6/2024) hari ini akan dilakukan gotong royong untuk dilakukan pembersihan. TITIKNOL.ID/HO/BPBD PPU

“Sudah surut mulai tadi malam. Meski tadi malam kami siaga karena mendung khawatir hujan deras lagi,”

TITIKNOL.ID,PENAJAM – Empat desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku, Kabupate Penajam Paser Utara (PPU), Ibu Kota Nusantara (PPU) yang sempat terendam banjir pada, Senin (24/6/2024), kini kondisinya sudah surut, Selasa (25/6/2024).

Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito menjelaskan, untuk saat ini kondisi banjir di empat desa dan kelurahan sudah surut sejak tadi malam.

“Sudah surut mulai tadi malam. Meski tadi malam kami siaga karena mendung khawatir hujan deras lagi,” katanya.

Mengenai penyebab banjir, Abimanyu mengatakan untuk Desa Karang Jinawi musibah ini disebabkan karena adanya pendangkalan aliran Sungai, sehingga saat hujan deras arus air tidak terlalu lancer.

Bukan hanya pendangkalan lanjutnya, kondisi Sungai juga terjadi penyempitan sehingga mengusulkan agar dilakukan normalisasi Sungai.

“Kalau yang di Desa Sukaraja itu karena limpahan air dari Karang Jinawi sehingga menyebabkan banjir,” katanya.

Sementara untuk Logdam, Kelurahan Sepaku, ia mengataka bahwa penyebabnya karena hujan deras serta Perusahaan sedang melakukan panen kayu hutan tanaman industry (HTI).

“Kata warga biasa kalau sudah panen kayu Perusahaan terjadi banjir apalagi saat kejadian air pasang. Jadi limpahan banjir logdam ini ke Desa Bukit Raya. Tapi sekarang sudah aman,” katanya.

884 Jiwa jadi Korban Banjir

Sementara itu, sebanyak 884 jiwa dari 223 kepala keluarga di empat kelurahan dan desa di Kecamatan Sepaku, Ibu Kota Nusantara (IKN) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi korban banjir.

Baca Juga:   Borneo FC Banjir Hujatan, Dituding Sengaja Kalah dari Arema FC hingga Disumpahi Gagal Juara di Championship Series

Banjir yang terjadi di 4 desa dan kelurahan itu mulai subuh dan sampai saat ini sekitar pukul 22.00 Wita, Senin (24/6/2024), air sudah mulai beransur-ansur turun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Kuncoro mengatakan, banjir ini terjadi setelah hujan sejak pukul 21.00 WITA hingga pukul 05.00 WITA di daerah Kecamatan Sepaku.

Akibatnya, meluapnya air sungai/drainase dan berdampak pada naiknya tinggi muka air pada rumah warga yang berada di area rendah dan sekitar bantaran sungai.

“Tapi sekarang ketinggian air sudah beransur-ansur turun. Sudah ada 1 meter air yang turun ini,” jelasnya.

Mengenai intek Sepaku yang diduga menjadi penyebab banjir, Kuncoro mengatakan hal tersebut tidak benar.

Karena banjir ini karena meluapnya sungai Sepaku. “Bukan intek jadi penyeba,” ujarnya.

Rencananya, lanjutnya, besok, Selasa (25/6/2024) akan menururunkan personel bersama Damkar untuk melakukan gotong rotong membersihkan rumah warga yang menjadi korban banjir.

Jumlah Bangunan dan Korban Terdampak Banjir :

1. Desa Karang Jinawi

a. RT. 01 : 14 Rumah : 14 KK / 46 Jiwa

b. RT. 02 : 12 Rumah : 12 KK / 43 Jiwa

c. RT. 03 : 7 Rumah : 7 KK / 27 Jiwa

d. RT. 04 : 7 Rumah : 7 KK / 20 Jiwa

e. RT. 05 : 22 Ruma : 22 KK / 70 Jiwa

f. RT. 06 : 5 Rumah : 5 KK / 15 Jiwa

g. RT. 08 : 5 Rumah : 5 KK / 17 Jiwa

Jumlah 68 Rumah : 68 KK / 238 Jiwa

2. Desa Suka Raja

a. RT. 24 : 4 Rumah : 4  KK / 15 Jiwa

b. RT. 25 : 18 Rumah : 18 KK / 78 Jiwa

Jumlah 22 Rumah : 22 KK / 93 Jiwa

3. Kelurahan Sepaku

a. RT. 01 : 17 Rumah : 17 KK / 93 Jiwa

b. RT. 02 :  11 Rumah :  11 KK / 59 Jiwa

Baca Juga:   Operasi Patuh Mahakam Dimulai, Polres PPU Akan Tindak Pengendara yang Langgar Lalulintas

c. RT. 03 :  89 Rumah :  89 KK / 346 Jiwa

Jumlah 117 Rumah : 117 KK / 498 Jiwa

4. Desa Bukit Raya

a. RT. 01 : 10 Rumah : 10 KK / 33 Jiwa

b. RT. 02 : 2 Rumah : 2 KK / 6 Jiwa

c. RT. 10 : 4 Rumah :  4 KK / 16 Jiwa

Jumlah 16 Rumah : 16 KK / 55 Jiwa

TOTAL : 223 Rumah : 223 KK / 884 Jiwa (*)