UPTD Pasar Induk Nenang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) selama dua hari, Rabu-Kamis (24-25/7/2024) melakukan penertiban lapak pedagang. TITIKNOL.ID/HO
TITIKNOL.ID,PENAJAM – UPTD Pasar Induk Nenang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) selama dua hari, Rabu-Kamis (24-25/7/2024) melakukan penertiban lapak pedagang.
Penertiban ini dilakukan karena ratusan lapak menunggak retribusi hingga mencapai Rp800 juta.
Kepala UPTD Pasar Induk Nenang, Yusriadi, Kamis (25/7/2024) menjelaskan, target awal sebanyak 106 lapak pedagang akan ditertibkan sesuai dengan data tunggakan retribusi.
Ia mengatakan, tunggakan retribusi ini bervariasi mulai setahun hingga 5 tahun.
“Jadi ada yang menunggak hingga 5 tahun. Selama ini sudah diberikan surat teguran agar mereka melunasi tunggakannya tapi dianggap angin lalu saja. Makanya kami lakukan penertiban,” katanya.
Penertiban ini bukan hanya di pasar basah seperti lapak pedagang ikan namun hampir seluruh termasuk lapak pedagang sayur dan penjual baju.
Mengenai alasan mereka tidak menunggak retribusi, Yusriadi mengatakan alasan sepi pembeli sehingga tidak bisa membayar lapak.
“Ada juga karena dipindahtangankan dan juga karena tidak digunakan,” ujarnya.
Bahkan ia mengatakan, seorang pedagang menunggak hingga Rp20 juta karena memiliki lapak hingga 9 unit. Karena mulai istrinya hingga anaknya juga diberikan lapak sementara mereka tidak menempati.
Yusriadi mengatakan, saat penertiban lapan berlangsung aman dan para pedagang menyadari kesalahan mereka.
“Target awal kami kan 106 lapak yang akan ditertibkan tapi karena ada sebagian yang menyampaikan bahwa siap membayar tunggakan sehingga kami batalkan. Tapi keseluruhan ada 82 lapak yang kami tertibkan,” ujarnya.
Untuk lapak yang sudah ditertibkan, ia mengatakan akan diserahkan sementara kepada pedagang yang berjualan di koridor pasar termasuk pedagang sayur.
“Pedagang sayur akan kami pindahkan nanti di lapak yang sudah kami tertibkan. Dari pada tidak digunakan lebih baik dipakai kemudian juga upaya untuk menata pasar,” katanya. (*)












