GosipTitiknolSeleb

Emilia Contessa Meninggal Dunia Akibat Gagal Jantung, Simak Perbedaannya dengan Serangan Jantung

431
×

Emilia Contessa Meninggal Dunia Akibat Gagal Jantung, Simak Perbedaannya dengan Serangan Jantung

Sebarkan artikel ini
Emilia Contessa meninggal dunia akibat gagal jantung, simak perbedaannya dengan serangan jantung. (Instagram @emiliacontessa57)

TITIKNOL.ID – Artis senior Indonesia Emilia Contessa meninggal dunia pada Senin (27/1/2025) hari ini.

Emilia Contessa meninggal dunia saat menjalani perawatan gagal jantung di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

Ibunda penyanyi Denada ini disebut sudah beberapa kali menjalani perawatan dari dokter spesialis jantung.

Sama-sama bisa berdampak fatal jika tidak tertangani, gagal jantung atau heart failure berbeda dengan serangan jantung atau heart attack loh?

Apa perbedaan gagal jantung dan serangan jantung? Simak penjelasan berikut ini mengutip dari website siloamhospitals.com.

1, Gagal Jantung

Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak dapat bekerja dengan optimal.

Kondisi ini terjadi karena otot jantung yang berfungsi menggerakkan jantung untuk memompa darah menjadi lemah atau kaku.

Apabila terjadi dalam waktu yang lama, kondisi ini berisiko membuat jantung tidak mampu lagi bekerja secara efisien untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Gagal jantung cenderung menimbulkan gejala yang berkembang dan memburuk secara perlahan.

Adapun beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita gagal jantung di antaranya sebagai berikut:

– Sesak napas.

– Detak jantung tidak teratur (aritmia).

– Mudah lelah meskipun hanya melakukan aktivitas fisik ringan.

– Batuk berkepanjangan.

– Bengkak pada kaki, tungkai, atau perut karena adanya penumpukan cairan (edema).

– Kulit membiru, terutama pada kuku dan bibir.
 
2. Serangan Jantung

Serangan jantung adalah suatu kondisi medis di mana otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri koroner.

 Serangan jantung biasanya diawali dengan adanya riwayat penyakit jantung koroner di mana terdapat pembentukan dan penumpukan plak lemak, kolesterol, ataupun zat-zat lainnya pada pembuluh darah arteri.

Apabila penyumbatan tersebut terjadi secara total, maka dapat menyebabkan kerusakan otot jantung yang memicu terjadinya serangan jantung.

 Serangan jantung biasanya terjadi secara mendadak atau tiba-tiba, gejalanya pun cenderung berbeda-beda pada setiap individu.

Meski begitu, terdapat sejumlah gejala umum dari serangan jantung, antara lain:

– Dada terasa seperti tertindih atau tertimpa benda berat.

– Sesak napas.

– Nyeri pada dada yang menjalar ke lengan kiri, leher, dan rahang.

– Keringat dingin.

– Mual dan muntah.

– Nyeri kepala.

– Lemah, pusing, bahkan pingsan. (*)