TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami pergolakan hebat, utamanya dalam proses belajar-mengajar di sekolah lantaran pusat tidak memperbolehkan pemerintah daerah melakukan perekrutan honorer setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.
Dibalik tantangan kekurangan guru, baru-baru ini Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU menginformasikan guru yang sempat dirumahkan dapat mengajar kembali melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Menurut Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, tidak ada istilah “guru pengganti” karena fakta menunjukkan hal ini tidak memecahkan masalah sehingga memerlukan solusi yang tepat.
“Memang tidak bisa ada istilah guru pengganti. Tempo hari setelah kami menginformasikan perumahan kepada guru honorer, malamnya saya menerima banyak dering ponsel. Mereka bertanya soal kebijakan dan sebagainya,” ucapnya, Rabu (19/2/2025).
Tantangan lainnya yang muncul ialah jumlah guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang totalnya mencapai 38 orang akan pensiun tahun ini, sehingga menciptakan kekosongan jabatan.
“Alhamdulillah, solusi kita saat ini dengan PJLP. Kalau hal-hal kekurangan guru tidak kita antisipasi, bagaimana nasib anak-anak didik, ini tentu berdampak besar secara keseluruhan pada sistem pendidikan kita,” ujarnya.
PJLP sebagai bentuk pengadaan tenaga kerja yang dapat digunakan pemerintah saat ini diharapkan mampu mengatasi kekosongan jabatan guru yang ada.
Andi mengakui, pihaknya tidak bisa berharap banyak hanya dengan mengandalkan pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PNS.
“Tidak bakalan mampu mengcover, karena kita mendapat kuota selalu sedikit, sementara kebutuhan kita melebihi itu,” katanya.
Olehnya itu, Pemerintah PPU berusaha untuk mencari solusi lain dalam mengatasi kekurangan guru.
“Apalagi dengan hadirnya Ibu Kota nusan (IKN), kita harus songsong IKN dengan meningkatkan mutu pendidikan, tetapi bagaimana mau peningkatan kalau gurunya saja tidak ada? Bahkan satu sekolah ada yang sekaligus tiga guru pensiun,” pungkasnya. (TN01)












