TITIKNOL.ID – Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah telah tiba, dan umat Islam di seluruh dunia mulai menjalankan ibadah puasa. Di Indonesia, awal Ramadan jatuh pada Sabtu (1/3).
Selama bulan penuh berkah ini, umat Muslim menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga senja.
Durasi puasa di setiap negara bervariasi, bergantung pada panjang siang hari di wilayah tersebut.
Negara-negara di belahan bumi utara, seperti Greenland dan Islandia, menjalankan puasa lebih lama, sementara negara-negara di selatan, seperti Selandia Baru dan Chile, memiliki durasi puasa yang lebih singkat.
Perbedaan ini terjadi karena kalender Islam Hijriah menggunakan sistem lunar, yang membuat awal Ramadan bergeser 10-12 hari lebih awal setiap tahun dibandingkan kalender Masehi.
Tahun lunar lebih pendek 11 hari dari tahun matahari, sehingga waktu puasa pun selalu berubah.
Menurut laporan Al Jazeera, berikut adalah beberapa negara dengan durasi puasa terpanjang pada Ramadan tahun ini:
- Nuuk, Greenland – 16 jam
- Reykjavik, Islandia – 16 jam
- Helsinki, Finlandia – 15 jam
- Oslo, Norwegia – 15 jam
- Berlin, Jerman – 15 jam
Sementara itu, negara-negara dengan durasi puasa yang lebih pendek antara lain:
- Buenos Aires, Argentina – 13 jam
- Kuala Lumpur, Malaysia – 13 jam
- Jakarta, Indonesia – 13 jam
- Bangkok, Thailand – 13 jam
- Canberra, Australia – 13 jam
Bulan Ramadan juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam, karena pada bulan ini, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT.
Selain itu, bulan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan melalui ibadah, sedekah, dan berbagai amal kebaikan.
Di beberapa negara, seperti Palestina, aturan ketat diberlakukan terhadap akses ke masjid selama Ramadan.
Sementara itu, di negara-negara Muslim lainnya, persiapan dan tradisi menyambut bulan suci berlangsung dengan meriah.
Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga memperkuat solidaritas serta memperbanyak ibadah.
Dengan perbedaan durasi puasa di setiap negara, umat Islam di seluruh dunia tetap menjalankan ibadah ini dengan penuh keikhlasan. (*)












