Samarinda

3 Pengemudi Mobil di Samarinda jadi Tersangka Lakalantas, Berikut Kejadiannya

×

3 Pengemudi Mobil di Samarinda jadi Tersangka Lakalantas, Berikut Kejadiannya

Sebarkan artikel ini

Tiga kejadian yang menonjol sejak Maret hingga April dalam kasus kecelakaan lalulintas di Kota Samarinda

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Dr. Ary Fadli saat menggelar jumpa pers. TITIKNOL.ID/HO

TITIKNOL.ID,SAMARINDA – Tiga kejadian yang menonjol sejak Maret hingga April dalam kasus kecelakaan lalulintas di Kota Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli mengatakan bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) kejadian yakni pertama di turunan Gunung Tangga Talangsari yang terjadi pada tanggal 25 Maret 2024.

“Saat itu, truk HINO yang datang dari arah Bontang-Samarinda dikemudikan pria berinisial R (46). Saat memasuki turunan, Truk tersebut menghantam mobil dari arah berlawanan hingga menyebabkan pengendara mobil lain meninggal dunia,” kata Ary Fadli.

Selanjutnya, TKP kedua yang terjadi di Tol Balikpapan-Samarinda, tepatnya di Kilometer (Km) 77 pada Rabu, 3 April 2024. Saat itu, Mobil yang dikemudikan oleh pria berinisial HL (35) melaju dari arah Balikpapan-Samarinda.

“Laka lantas di TKP kedua ini terjadi karena pengemudi mengantuk sehingga menabrak mobil truk di depannya,” katanya

Sementara  TKP yang ketiga terjadi di Jalan MT Haryono Samarinda, tepatnya di depan Kantor BPBD Kaltim pada tanggal Selasa, 16 April 2024.

Kejadian ini sempat viral di media sosial, bahkan rekaman CCTV di TKP terlihat jelas saat korban bersama kendaraannya ditabrak dari arah belakang.

Di TKP ketiga ini, motor yang dikendarai korban bernama Tumpak Halasan Tambun sempat berhenti sejenak dan hendak berbelok masuk ke kantor BPBD Kaltim

“Saat sedang berhenti tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh pria berinisial T (24) menabrak dengan keras dari arah belakang, hingga menyebabkan korban terpental dan akhirnya meninggal dunia,” ucap Kapolresta Samarinda.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan Satlantas Polresta Samarinda, dipastikan bahwa tiga pengemudi tersebut lalai saat sedang mengendarai mobil, sehingga terkesan mengabaikan keselamatan dalam berkendara.

Baca Juga:   Shania Komisi II Imbau Pedagang tak Menimbun Sembako

Selanjutnya, ketiga pengemudi mobil yang telah ditetapkan tersangka itu juga dijerat dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), pasal 310 ayat (4) dan 310 ayat (1).

“Ayat (4) berbunyi dalam hal kecelakaan sebagaimana pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan ancaman enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 12 juta.” Ujarnya. (*)