Tana Tidung

Alasan Motor Knalpot Brong di Tana Tidung Kaltara Tidak Ditahan Saat Razia Polisi

306
×

Alasan Motor Knalpot Brong di Tana Tidung Kaltara Tidak Ditahan Saat Razia Polisi

Sebarkan artikel ini
RAZIA KNALPOT BRONG - Ilustrasi knalpot racing yang mengeluarkan suara bising. Pihak kepolisian di Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara masih memberikan toleransi terhadap pengguna kendaraan bermotor yang memakai kanalpot brong karena sedang musim Mudik Lebaran, Sabtu (29/3/2025) malam. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, TANA TIDUNG – Pihak kepolisian di Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara masih memberikan toleransi terhadap pengguna kendaraan bermotor yang memakai knalpot brong. 

Satlantas Polres Tana Tidung terus melakukan penertiban terhadap penggunaan knalpot racing atau knalpot brong selama puasa Ramadhan di Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara.

Namun, kepolisian masih memberikan kelonggaran bagi pengendara karena banyak kendaraan yang akan digunakan untuk mudik Lebaran.  

Kasat Lantas Polres Tana Tidung, Ipda Larwanda Agung Maulana, menjelaskan kendaraan yang terjaring razia tidak diamankan dalam waktu lama.

Lanatran hal ini sebagai bentuk toleransi bagi pemilik kendaraan yang membutuhkannya untuk perjalanan mudik.  

“Kami masih memberikan keringanan karena kendaraan tersebut mau dipakai untuk mudik lebaran,” beber Ipda Larwanda Agung Maulana pada Sabtu (29/3/2025) malam.  

Meskipun demikian, upaya penertiban tetap dilakukan guna menjaga kenyamanan masyarakat selama puasa Ramadhan. 

Ia menyebut jumlah kendaraan yang terjaring razia masih relatif sedikit.  

“Sejauh ini belum sampai 20 kendaraan, kami lebih fokus ke penertiban, dan Alhamdulillah sekarang jumlah kendaraan yang mengganggu kenyamanan di malam hari sudah berkurang.” sebutnya 

Mengantisipasi lonjakan aktivitas di malam takbiran, kepolisian akan memperketat pengawasan dan menambah personel di titik-titik rawan.  

“Biasanya malam takbiran cukup ramai dan rawan, jadi kami akan perkuat pengaturan serta penempatan anggota di jalan,” ungkapnya.  

Selain knalpot racing, kepolisian juga menyoroti maraknya pengendara di bawah umur yang masih banyak ditemukan di jalanan.  

“Sejauh ini, yang paling banyak kami tertibkan selain knalpot racing adalah anak-anak di bawah umur,” ujarnya. (*)