TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Sosial (Dinsos) mulai merealisasikan program bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya pada tahun 2025 ini.
Kepala Dinas Sosial PPU, Saidin mengatakan, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemandirian dan mobilitas penerima manfaat, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas secara normal dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan program ini agar mereka bisa kembali mandiri dan menjalani aktivitas seperti biasa,” ungkap Saidin saat dikonfirmasi pada Senin (7/4/2025).
Menurutnya, terdapat dua jenis kaki palsu yang akan disalurkan, yakni kaki palsu di atas lutut dan di bawah lutut.
Masing-masing memiliki harga yang bervariasi tergantung pada jenis dan spesifikasinya.
Pada tahap awal, Dinsos PPU akan menyalurkan bantuan kepada lima orang penerima, berdasarkan proposal yang telah masuk dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Sesuai dengan proposal yang kami terima, untuk tahun ini kita alokasikan bagi lima orang terlebih dahulu,” jelas Saidin.
Biaya satu unit kaki palsu diperkirakan berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp25 juta.
Untuk efisiensi anggaran, pihaknya memilih menggunakan produk lokal yang dinilai memiliki kualitas cukup baik.
“Kita pakai produk lokal saja. Untuk satu unit harganya sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta, tergantung jenis dan kebutuhannya,” ucapnya.
Sebelum kaki palsu dipasang, penerima akan melalui tahapan pengukuran dan pelatihan agar dapat menggunakannya secara optimal sesuai standar medis dan kenyamanan.
Saidin berharap, dengan program ini, penyandang disabilitas di PPU bisa lebih percaya diri, serta memiliki kesempatan yang lebih luas dalam kegiatan sosial maupun ekonomi di tengah masyarakat. (Advertorial/TN01)












