TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Kabar duka melanda SMK Negeri 5 Balikpapan di Jalan Mulawarman RT 19, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis 8 Mei 2025.
Sekolah negeri berbasis pendidikan pelayaran ini mengalami kebakaran hebat pada siang hari, saat cuaca panas cerah.
Tim pemadam kebakaran pun sempat terjunkan 10 unit armada untuk melakukan penaklukan kobaran api yang begitu besar.
Dampak dari kebakaran ini bisa dibilang besar. Satu di antaranya tujuh ruangan gosong, hilang hangus terkena jilatan si jago merah.
Demikian diutarakan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali yang dikutip Titiknol.id pada Jumat (9/5/2025).
Kebakaran kala itu mendadak, muncul dengan kobaran api yang dahsyat lantaran cuaca sedang cerah dan angin lumayan bertiup kencang, membuat kobaran api cepat membesar.
“Selain tujuh kelas, juga ada ruang simulator dan aula sekolah ikut terbakar,” ujarnya.
Usman Ali, menyatakan, usai menerima informasi adanya kebakaran pada SMK Negeri 5 dari warga, pihaknya langsung bereaksi, tanpa tedeng aling-aling terjun ke lokasi kebakaran.
Kabar kebakaran diterima tim pemadam sekitar pukul 13.21 Wita dan armada kebakaran tiba di lokasi sekitar 14.00 Wita melalui jalur darat yang sedikit lumayan padat.
“Syukurnya api segera berhasil kami padamkan sampai kami upayakan maksimal dengan melakukan pendinginan,” kata Usman.
Adapun ruangan yang terdampak antara lain:
- Ruang simulator;
- Ruang SBT;
- Ruang komputer;
- Ruang praktik;
- Ruang rapat;
- Koperasi sekolah;
- dan aula utama.
Untuk menangani kebakaran tersebut, BPBD Kota Balikpapan menurunkan 3 unit TRC PB, 2 unit logistik, serta 5 unit dari sektor wilayah.
Tim tersebut masing-masing dari selatan, timur, tengah, dan barat. Satu unit tambahan juga dikerahkan dari Samapta Polda Kaltim.

Warga Harus Tetap Waspada
Penanganan melibatkan banyak unsur, mulai dari BPBD, TNI AD dan AL, Polri, Dishub, Satpol PP, linmas, serta petugas kecamatan, kelurahan, ambulans, PLN, dan relawan.
“Ini bentuk kerja sama yang kuat antarinstansi untuk meminimalkan dampak,” kata Usman.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran maupun taksiran kerugiannya, namun pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada, apalagi memasuki musim panas. Kesadaran akan potensi kebakaran harus terus ditingkatkan,” tegas Usman. (*)












