TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ditunjuk sebagai titik pusat penyelenggaraan panen raya jagung serentak pada kuartal kedua bertempat di Mapolres PPU, Kamis (5/6/2025).
Panen raya serentak ini turut dilakukan oleh berbagai daerah lainnya, kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.
Kapolda Kaltim, Brigjen Endar Priantoro, yang memimpin langsung panen raya jagung ini mengatakan, berdasarkan data, PPU menjadi daerah yang paling siap melaksanakan panen jagung pada kuartal kedua ini.
Diketahui, proses tanam jagung di PPU dimulai sejak 18 Februari 2025 hingga kini memasuki masa panennya.
“Untuk mendukung ketahanan pangan, hari ini kita melaksanakan panen raya jagung serentak se Kalimantan Timur dengan titik pusat PPU, yang mungkin akan bergulir ke daerah lainnya nanti sesuai masa tanam dan masa panennya,” ujar Brigjen Endar.
Kegiatan panen raya ini diikuti oleh Polri, pejabat utama provinsi Kaltim, Wakil Bupati PPU, Anggota DPRD serta unsur terkait lainnya dengan penuh semangat.
“Di hari ini, kuartal kedua, luas tanaman jagung yang kita panen mencapai 529,7 hektare dengan hasil panen diperkirakan 2.287,36 ton. Data ini masih data perkiraan sesuai hasil yang kita dapatkan,” ucapnya.
Selain memanen jagung pipil, mereka juga menebar benih jagung untuk ditanam kembali, hingga melakukan penggemburan tanah pasca panen.
Brigjen Endar Priantoro menjelaskan, penyerapan jagung dilakukan oleh Bulog, sesuai dengan komitmen yang telah dinyatakan.
“Tentunya bulog, mereka yang akan menyerap semuanya. Cuma memang ada yang perlu diperhatikan terkait syarat kekeringan minimal 14 persen, harganya pun sudah cukup baik,” kata dia.
Perwakilan perusahaan sawit juga turut hadir dalam acara ini.
Disebutkan Brigjen Endar, pihaknya memberikan stimulan kepada perusahaan-perusahaan sawit untuk memberikan komitmennya dalam mendukung program tersebut.
“Sudah komitmen, ada dari Gapki, kami mencoba memberikan rangsangan pada mereka untuk melakukan budidaya tanaman jagung, minimal 5 hektare. Mereka komitmen, dan nanti kita tunggu. Saat mereka sedang proses, tentunya kita bantu monitor dan fasilitasi, apa yang menjadi kesulitannya, dan lain-lain,” ungkapnya.
Ia menyebut, tiga hingga enam bulan mendatang, rancangan itu dapat terlihat. Realisasi budidaya jagung oleh kelompok perusahaan kepala sawit.
“Maka dari itu, kami memohon bantuan dari pemerintah daerah, tentunya dari DPRD juga, dan pihak terkait lainnya untuk sama-sama menyukseskan program kita ini,” pungkasnya.
(TN01)












