TITIKNOL.ID, PENAJAM – Hasil uji emisi kendaraan dinas dari 100 kendaraan operasional Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang diuji, tiga kendaraan berbahan Pertamax terdeteksi tidak memenuhi baku mutu emisi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Safwana mengatakan kendaraan yang tidak lolos uji menjadi cerminan kurangnya kontrol perawatan berkala terhadap kendaraan tersebut.
“Hari ini kami menggelar uji emisi kendaraan, melibatkan 100 mobil dinas, dari bahan bakar pertamax dan dexlite, masing-masing 50 kendaraan. Yang tidak lolos uji, ini menjadi contoh apakah kendaraan itu dilakukan perawatan atau tidak,” katanya, Rabu (18/6/2025).
Di tahun kedua pelaksanaannya, DLH PPU menggandeng profesional dari Laboratorium PT. Global Environment Laboratory (GEL) sebagai laboratorium penguji yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Pengujian ini merujuk pada Peraturan Menteria Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nolor 8 Tahun 2023, yang menetapkan parametsr karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) untuk kendaraan berbahan bakar mesin, serta opasitas atau tingkat kepekatan gas buang untuk kendaraan berbahan bakar solar, yang dalam hal ini, DLH PPU masih memprioritaskan uji emisi terhadap kendaraan roda empat milik dinas.
“Semua kendaraan roda empat kami uji, baik yang lama maupun baru. Bahkan kendaraan seperti damkar dan ambulans tidak luput dari pemeriksaan,” ucapnya.
Salah satu temuan menarik, kata dia, adalah kendaraan pemadam kebakaran, justru sudah dilengkapi saringan pada knalpot untuk menekan emisi sejak dari pabrik.
“Misalnya damkar, dia cukup baru memamg. Tapi ternyata di dalam knalpot itu sudah ada saringan, rupanya untuk menjaga agar asap tidak keluar, jadi memang dirancang,” kata Safwana.
Meski fokus tahun ini masih pada kendaraan roda empat, Safwana menyebut uji emisi untuk kendaraan roda dua juga memungkinkan tahun depan. Namun demikian, Safwana menegaskan kualitas udara di PPU tergolong baik.
“Kita mengadakan uji ini sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas udara, dimana hasil ujinya pun kami laporkan langsung ke Kementerian KLHK. Secara menyeluruh, PPU termasuk yang bagus kualitas udaranya,” tutup Safwana.
(Advertorial/TN01)












