Penajam

Sasaran Utama Brigade Pangan adalah Petani Milenial, Sujiati Soroti Perlu Adanya Jaminan Kesejahteraan

302
×

Sasaran Utama Brigade Pangan adalah Petani Milenial, Sujiati Soroti Perlu Adanya Jaminan Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD PPU Sujiati

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Program Brigade Pangan (BP) sejatinya ditujukan untuk memberdayakan petani milenial, namun Wakil Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, menilai untuk mendobrak keterlibatan petani muda, perlu ada jaminan kesejahteraan yang membuat mereka tertarik terjun ke sektor pertanian.

“Harusnya memang BP itu untuk petani milenial, tapi kenyataannya saat ini malah terkesan asal comot karena terburu-buru dibentuk,” ujar Sujiati, Jumat (27/6/2025).

Menurutnya, selain keterlibatan aktif petani muda, program ini seharusnya mendorong pengelolaan lahan tidur menjadi produktif, serta meningkatkan hasil pertanian pasca panen.

Namun, karena proses awalnya tidak disertai pemetaan minat dan kebutuhan petani milenial, pelaksanaannya belum optimal.

“Petani milenial sendiri mungkin belum tertarik karena belum ada jaminan kesejahteraan. Harusnya itu juga dipikirkan sejak awal. Saat ini kan gairah petani millenial belum banyak, masih diisi oleh petani-petani generasi lama,” tambahnya.

Sujiati, yang menerima apresiasi sebagai pemerhati petani dari Gubernur Kaltim ini berharap ke depan program Brigade Pangan (BP) dievaluasi secara menyeluruh, terutama menyangkut dukungan sarana dan prasarana seperti bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menarik minat petani muda.

“Kalau mereka difasilitasi, bisa saja tumbuh rasa tertarik. Kita harus dorong agar petani milenial merasa dihargai dan punya masa depan di sektor ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar perencanaan program sejenis ke depan tidak lagi dilakukan terburu-buru, melainkan berbasis potensi nyata dan kebutuhan para pelaku utama di sektor pertanian daerah.

“Dengan banyaknya bantuan alat mesin dan sebagainya, mudahan bisa menumbuhkan ketertarikan petani millenial untuk bertani. Program BP juga harus dievaluasi ke depan sehingga jauh lebih baik,” tutupnya.

(Advertorial/TN01)