TITIKNOL.ID – Kanker serviks menjadi ancaman serius bagi wanita di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.
Pasalnya, kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian utama perempuan.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin di Global Cervical Cancer Elimination Forum 2025 di Bali pada Selasa (17/6/2025) mengungkapkan, kanker serviks adalah kanker pembunuh kedua untuk perempuan di Indonesia setelah kanker payudara.
Lanjut ia mengungkapkan, kemungkinan setiap 25 menit ada satu orang perempuan Indonesia meninggal akibat kanker serviks.
Terkait hal itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali lebih lanjut tentang gejala kanker serviks dan cara mencegahnya.
Dikutip dari www.rspondokindah.co.id, gejala awal kanker serviks tidak selalu mudah dikenali.
Padahal, makin cepat dikenali dan diberikan penanganan, peluang kesembuhan kanker serviks makin besar.
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh wanita Indonesia.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 15 ribu kasus kanker serviks (leher rahim) ditemukan di Indonesia tiap tahunnya.
A. Gejala Awal Kanker Serviks
Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) melalui hubungan seksual merupakan penyebab terjadinya kanker serviks.
Memang tubuh akan melindungi diri dengan berbagai upaya sehingga HPV tidak menyebabkan gangguan pada tubuh, apalagi hingga berkembang menjadi kanker serviks.
Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan HPV lebih kuat dan bertahan lama, hingga berkembang menjadi kanker leher rahim.
Meski sulit dikenali karena umumnya tidak menyebabkan keluhan, gejala awal kanker serviks tetap bisa Anda kenali sebagai berikut ini:
1. Keputihan yang tidak normal
Muncul keputihan yang lebih banyak dengan konsistensi yang lebih cari, dan berwarna coklat atau bercampur dengan darah, serta berbau busuk.
Biasanya keputihan tidak normal ini muncul diantara kedua periode keluarnya darah menstruasi maupun setelah menopause.
2. Perdarahan vagina setelah berhubungan seksual
Perdarahan vagina setelah berhubungan intim yang menjadi gejala awal kanker serviks terjadi karena sel-sel pada leher rahim lebih rapuh, sehingga lebih mudah berdarah meski hanya karena gesekan yang ringan.
3. Nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan seksual
Kondisi ini disebabkan oleh sel-sel pada organ intim wanita yang lebih rapuh terkait dengan pertumbuhan sel kanker.
4. Nyeri panggul
Keluhan ini biasa akan dirasakan sebagai nyeri tumpul yang terjadi secara terus-menerus dan akan makin parah seiring dengan bertambahnya ukuran kanker serviks.
Selain nyeri panggul, Anda juga bisa merasakan nyeri punggung bawah sebagai gejala awal kanker serviks.
5. Perubahan periode menstruasi
Lama keluarnya darah menstruasi biasa berlangsung antara 2-7 hari.
Memanjangnya masa perdarahan menstruasi atau perdarahan menstruasi yang terjadi lebih dari 7 hari, bisa jadi merupakan salah satu gejala awal kanker serviks.
Peningkatan jumlah perdarahan menstruasi yang lebih dari biasanya bisa saja terjadi sesekali, namun peningkatan jumlah perdarahan menstruasi yang berlangsung selama 3 siklus mens berturut-turut, atau yang mengharuskan Anda mengganti pembalut lebih dari 6 kali dalam sehari (dengan kondisi pembalut penuh darah), merupakan kondisi yang perlu diwaspadai sebagai gejala awal kanker serviks.
6. Perdarahan vagina pada wanita yang telah mengalami menopause
Normalnya wanita yang sudah menopause tidak lagi mengalami perdarahan vagina dan ini merupakan kondisi yang wajar.
Namun, Anda perlu mewaspadai adanya perdarahan vagina yang kembali dialami oleh wanita menopause, karena kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala awal kanker serviks.
Selain enam gejala kanker serviks di atas, kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala-gejala yang tidak spesifik dan tidak langsung berkaitan.
Beberapa gejala tersebut seperti mudah lelah, frekuensi buang air kecil meningkat, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan drastis, sembelit, hingga munculnya darah di urine.
Jika Anda merasakan salah satu dari beberapa ciri kanker serviks di atas, tidak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
Jangan menunggu hingga gejala bertambah parah! Pemeriksaan secara rutin adalah kunci mencegah kanker serviks dan deteksi dini kondisi ini dapat meningkatkan peluang kesembuhan.
B. Faktor Risiko Kanker Serviks
Semua wanita yang sudah aktif secara seksual memang memiliki risiko mengalami kanker serviks.
Namun, wanita yang memiliki beberapa kondisi khusus akan lebih mungkin mengalami keganasan pada leher rahim ini.
Beberapa faktor risiko kanker serviks yang dimaksud adalah sebagai berikut ini:
– Aktif secara seksual pada usia dini, atau saat berusia kurang dari 18 tahun
– Merupakan perokok aktif
– Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual
– Pernah atau sedang mengalami penyakit menular seksual
– Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk menderita HIV
– Memiliki keluarga yang terdiagnosa kanker serviks
Pemerintah telah melakukan upaya pencegahan melalui pemberian vaksin kanker serviks bagi anak-anak pada kelompok usia khusus.
Pemeriksaan kesehatan kandungan secara rutin sesuai dengan arahan dokter spesialis kebidanan dan kandungan juga bisa menjadi upaya pencegahan terjadinya kanker serviks.
Selain itu, menerapkan perilaku seks yang aman dengan tidak bergonta-ganti pasangan, menggunakan kondom bila ragu dengan status kesehatan seksual pasangan atau memiliki keluhan pada organ seksual, serta tidak merokok.
C. Langkah Awal Deteksi Dini Kanker Serviks
Skrining secara berkala dan deteksi dini menjadi penting dilakukan karena semakin dini kanker serviks terdeteksi, semakin tinggi pula kemungkinan penderita untuk sembuh.
Pemeriksaan dini kanker serviks bisa dilakukan dengan pap smear, pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), kolposkopi, dan tes HPV DNA.
Jika kanker ini terdiagnosis pada tahap awal terdapat berbagai opsi pengobatan yang dapat dijalankan dimulai dari pembedahan, radioterapi, kemoterapi, hingga terapi targetted.
Pengobatan yang tepat akan disesuaikan dokter dengan stadium kanker dan kebutuhan individu pasien.(*)
Begini Cara Deteksi Dini Kanker Serviks, Salah Satu Penyebab Kematian Utama Perempuan di Indonesia












