Nasional

Groundbreaking Industri Baterai di Karawang, Prabowo Ungkap Peran Penting Jokowi dalam Hilirisasi

293
×

Groundbreaking Industri Baterai di Karawang, Prabowo Ungkap Peran Penting Jokowi dalam Hilirisasi

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan yang juga presiden terpilih berikutnya Prabowo Subianto berjalan bersama di Ibu Kota Nusantara, Senin (12/8/2024). Hari Senin ini merupakan sidang kabinet perdana di IKN. (DOK SETPRES)

TITIKNOL.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti peran penting Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dalam mewujudkan proyek hilirisasi tersebut.

Prabowo menjelaskan bahwa gagasan hilirisasi sudah menjadi cita-cita lama bangsa Indonesia, bahkan sejak era Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Ia menilai, setiap pemimpin bangsa memiliki kontribusi dalam mendorong industrialisasi nasional.

“Cita-cita hilirisasi sudah sangat lama. Dari Bung Karno sudah mencita-citakan itu. Presiden-presiden kita yang lain juga melanjutkan dan melaksanakan,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Namun menurut Prabowo, Jokowi adalah sosok yang benar-benar menekankan dan memulai secara konkret kebijakan hilirisasi, khususnya di sektor pertambangan dan energi, sebagai langkah strategis dalam era persaingan global.

“Presiden ke-7 Pak Joko Widodo menekankan pentingnya hilirisasi, dan memulai secara nyata program hilirisasi di abad ke-21 ini,” lanjutnya.

Prabowo juga mengungkap bahwa proyek pembangunan industri baterai kendaraan listrik ini telah dirancang sejak empat tahun lalu.

Dirinyapun mengapresiasi peran Jokowi yang dianggap meletakkan fondasi program tersebut.

Ia menegaskan pentingnya mengenang jasa para pemimpin terdahulu.

“Saya ingin kita semua menghormati pendahulu. Pembangunan bangsa adalah sejarah panjang, penuh pengorbanan dan perjuangan,” tegasnya.

Prabowo menyamakan perjuangan pembangunan Indonesia dengan perjalanan panjang atau long march, seperti yang dialami Tiongkok.

Namun, ia menekankan bahwa setiap bangsa punya tantangan dan pengorbanan sendiri dalam mencapai kemajuan.

Menurutnya, tujuan kemerdekaan yang sejati adalah menjadikan rakyat hidup sejahtera, terbebas dari kemiskinan dan ketidakadilan.

“Perjuangan kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan. Kita ingin rakyat hidup dalam keadilan dan kesejahteraan,” pungkasnya.

Baca Juga:   Kemenag Buka 110.553 Formasi ASN 2024, Sebagian akan Ditugaskan di Ibu Kota Nusantara

Pembangunan ekosistem industri baterai ini menjadi bagian dari transformasi besar Indonesia menuju industri hijau dan kendaraan listrik, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok baterai global. (*)