Penajam

Tim Gabungan Turun Tangan, Bongkar dan Bakar Dua Arena Judi di Penajam

222
×

Tim Gabungan Turun Tangan, Bongkar dan Bakar Dua Arena Judi di Penajam

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan Polres PPU, TNI, Satpol PP, pemerintah setempat dan masyarakat turun tangan bakar arena judi sabung ayam.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Aktivitas perjudian sabung ayam dan dadu yang meresahkan warga di dua lokasi di Kecamatan Penajam akhirnya ditertibkan.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat turun langsung membongkar sekaligus memusnahkan dua arena judi di Kelurahan Lawe-Lawe dan Desa Giripurwa, Jumat (4/7/2025) sore.

‎Penertiban dimulai sekitar pukul 14.30 WITA dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Penajam AKP Ridwan Harahap, SH, MH.

Turut hadir Camat Penajam Dahlan, S.Ip, Kabid Penertiban Umum Satpol PP Rakhmadi, Ketua MUI Kabupaten PPU Ustaz Hamdi, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat setempat.

‎Lokasi pertama yang disasar adalah arena sabung ayam di Kelurahan Lawe-Lawe.

Arena tersebut diketahui berdiri di atas lahan milik warga dan dibangun menggunakan kayu bulat serta bambu.

Bangunan dibongkar secara manual oleh tim gabungan, kemudian dibakar di tempat.

‎Barang-barang yang dinilai masih layak dan tidak berkaitan langsung dengan aktivitas judi diamankan untuk sementara dan dititipkan ke pihak kelurahan guna pendataan lebih lanjut.

‎Sekitar pukul 15.55 WITA, tim bergeser ke lokasi kedua di Desa Giripurwa. Di lokasi ini kembali ditemukan arena sabung ayam dan dadu.

Proses pembongkaran dan pemusnahan dilakukan serupa. Bahkan, sambungan listrik yang sebelumnya digunakan untuk menunjang aktivitas ilegal turut dicabut oleh petugas PLN.

‎Kapolsek AKP Ridwan mengungkapkan bahwa penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat.

Sebelumnya, lokasi ini juga pernah ditertibkan pada 26 Juni lalu. Namun, aktivitas perjudian kembali dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

‎“Informasi dari warga, arena ini digunakan pada malam hari. Jadi keberadaan masyarakat saat penertiban ini penting sebagai bentuk upaya pencegahan bersama,” ujarnya.

‎Sebanyak 70 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari anggota Polsek Penajam, Koramil, Satpol PP, staf kecamatan, serta perwakilan masyarakat dari dua lokasi tersebut.

‎“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bersama masyarakat. Kehadiran mereka dalam penertiban ini penting agar ada rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dari praktik perjudian,” tegas AKP Ridwan. (*/)