TITIKNOL.ID – Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno, menyoroti tajam permasalahan akurasi data kependudukan di Kota Tepian yang dinilai masih karut-marut.
Meski Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda telah berupaya melakukan pembenahan, Suparno menegaskan akar masalah utamanya justru pada minimnya kesadaran masyarakat.
“Sebetulnya data kependudukan ini kan carut-marut. Disdukcapil sudah berinisiatif untuk memperbaikinya,” ungkap Suparno, Senin (28/7/2025) dikutip dari wawancaranya.
Ia menjelaskan beberapa skenario umum di mana warga abai melaporkan perubahan data kependudukan. Mulai dari pindah domisili, pernikahan, hingga kematian anggota keluarga.
“Yang jadi permasalahan kita sekarang itu adalah ketika masyarakat pindah, dia tidak segera melaporkan ke Capil,” tegasnya.
Suparno menambahkan, ketidaktertiban masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan pasca-pernikahan juga memperburuk akurasi data.
“Pada saat mereka melakukan pernikahan, mereka pindah, belum mengurus data kependudukan. Akan diurus setelah anaknya lahir,” jelasnya.
Tak hanya itu, persoalan lain yang disoroti adalah minimnya kesadaran warga dalam melaporkan kematian anggota keluarga. Suparno menyebut, kasus ini seringkali baru diurus jika berkaitan dengan warisan atau kewajiban utang-piutang.
“Masyarakat kita ini masih kurang wawasannya terkait dengan data kematian. Kadang-kadang kalau warisannya banyak, baru diurus. Nah, yang tidak ada warisannya atau tidak ada tunggakan di bank-bank, mereka enggak mengurus, akhirnya data yang ada itu masih tetap tercatat,” ujarnya.
Demi terciptanya data kependudukan yang valid dan akurat untuk kepentingan pelayanan publik, Suparno berharap ke depan ada penguatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar warga lebih sadar dan tertib dalam melaporkan setiap perubahan data kependudukan. (*/red/adv)












