Penajam

TP PKK PPU Kembangkan Kawasan Wisata Edukatif, Belajar dari Kebun Kumara

254
×

TP PKK PPU Kembangkan Kawasan Wisata Edukatif, Belajar dari Kebun Kumara

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Penajam Paser Utara Dewi Yuliana menginisiasi pengembangan kawasan wisata edukatif.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Ketua Tim Penggerak PKK Penajam Paser Utara (PPU), Dewi Yuliana, menginisiasi pengembangan kawasan wisata edukatif di daerahnya dengan menggagas konsep kebun terpadu yang menggabungkan unsur pertanian, rekreasi, dan pembelajaran.

Langkah awal dimulai lewat kunjungan studi tiru ke Kebun Kumara SQP di Kabupaten Tangerang, Jumat (1/8/2025).

Bersama sejumlah anggota Pokja 2, Dewi Yuliana melihat langsung sistem pertanian modern seperti raised bed, serta integrasi antara peternakan, kebun, dan wahana edukatif yang telah diterapkan di Kebun Kumara.

Ia menilai model ini relevan untuk diterapkan di sejumlah taman terbuka hijau di PPU, seperti Taman Rozeline dan kawasan sekitarnya.

“Melalui studi tiru ini, kami mendapatkan banyak referensi dan inspirasi untuk program pemberdayaan perempuan, sekaligus menata ruang terbuka yang edukatif bagi anak-anak dan keluarga,” ujar Dewi.

Menurutnya, konsep wisata edukatif tak hanya membuka ruang rekreasi sehat, tetapi juga menjadi wadah belajar langsung tentang lingkungan, pertanian, dan kesehatan.

TP PKK PPU menargetkan taman-taman kota ke depan bisa menjadi pusat kegiatan interaktif, dengan tanaman multifungsi sebagai media belajar.

Untuk mewujudkan hal itu, Dewi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Ia berharap ada dukungan dari pihak swasta dan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk mempercepat pengembangan kawasan hijau ramah anak ini.

“Kami ingin anak-anak PPU punya ruang belajar yang alami dan menyenangkan, bukan hanya di kelas, tapi juga di lingkungan sekitar mereka,” katanya.

Sebagai simbol awal, TP PKK PPU menerima bibit tanaman kesehatan dari Kebun Kumara yang akan diuji coba di PPU.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cendera mata khas daerah sebagai bentuk apresiasi dan kemitraan.

Baca Juga:   12 SMA Unggul Garuda Transformasi 2025, Ada dari Samarinda Kalimantan Timur

(Advertorial/TN01)