TITIKNOL.ID, PENAJAM – Hingga akhir Juli 2025, serapan anggaran Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) baru mencapai 27,46 persen dari total alokasi.
Angka ini masih jauh dari target ideal di triwulan kedua yang seharusnya berada di kisaran 50 persen.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, menyebut rendahnya realisasi anggaran dipengaruhi sejumlah kebijakan efisiensi yang diterapkan sejak awal tahun.
“Sebenarnya bukan karena kegiatan tidak jalan, tapi memang banyak yang tertunda karena kita menyesuaikan dulu dengan aturan baru,” kata Muhajir, Jumat (8/8/2025).
Ia menjelaskan, terbitnya Instruksi Presiden yang mendorong efisiensi anggaran membuat beberapa kegiatan harus ditunda pelaksanaannya.
Hal ini diperkuat lagi dengan edaran bersama yang meminta proses lelang dihentikan sementara hingga ada penyesuaian regulasi.
Akibatnya, beberapa program harus disusun ulang dan menunggu perubahan peraturan kepala daerah sebelum bisa dieksekusi.
Meski begitu, ia memastikan kegiatan di masing-masing OPD tetap berjalan, hanya saja pencairan anggaran menjadi tidak serempak.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pelaksanaan dan penyaluran dana agar serapan bisa kembali stabil.
“Ketika kegiatan jalan, dana juga harus tersedia. Transfer masuk, kita harus siap bayar,” ujar Muhajir.
Menjelang Triwulan III, BKAD menargetkan realisasi serapan bisa mencapai 75 persen.
Meski saat ini angkanya masih cukup jauh, Muhajir optimis percepatan akan terjadi seperti pola tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun lalu kita bisa tembus 93 persen di akhir tahun. Jadi kita tetap yakin tahun ini bisa di atas 90 persen juga,” tandasnya.
(Advertorial/TN01)










