TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Harapan ratusan warga perumahan Pesona Bukit Batuah, Kelurahan Graha Indah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur untuk mendapatkan akses air bersih dari PDAM belum juga terwujud.
Meski infrastruktur seperti reservoir dan jaringan pipa induk telah terpasang sejak akhir 2024, hingga kini air belum juga mengalir ke rumah warga.
Demikian dibeberkan oleh Ketua RT 71, Akbar Fattah saat ditemui di Pesona Bukit Batuah, Kota Balikpapan.
Dia menuturkan bahwa janji penyediaan air bersih sempat disampaikan langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, saat kampanye Pilkada 2024.
Kala itu, Wali Kota berkomitmen air akan mengalir paling lambat November 2024.
Namun kenyataannya, hampir satu tahun berlalu, janji tersebut belum juga direalisasikan.
“Saya ingat betul, Pak Rahmad janji air akan mengalir. Tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut. Padahal banyak warga di sini yang memilih beliau,” beber Akbar, Selasa (12/8/2025).
Reservoir air milik PDAM yang telah selesai dibangun sejak Oktober 2024 kini dibiarkan terbengkalai.
Akbar mengaku menyaksikan langsung proses serah terima proyek antara Dinas Pekerjaan Umum, kontraktor, dan PDAM. Bahkan, hasil pengecekan teknis menyatakan reservoir tersebut layak pakai.
“Kalau dibiarkan terus, bisa jadi sarang nyamuk dan binatang liar. Padahal infrastrukturnya sudah ada, kenapa tidak dioperasikan?,” tegasnya.
Warga Siap Bayar tapi tak Mendapat Air
Akbar menambahkan, permintaan air dari PDAM bukan untuk digratiskan.
Warga siap membayar sesuai ketentuan, karena air bersih merupakan kebutuhan dasar dan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
“Kami bukan minta gratis, kami mau bayar. Harga air PDAM terjangkau. Kalau air susah didapat, pengeluaran warga jadi tinggi,” tuturnya.
Respons DPRD Balikpapan
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, turut merespons keluhan warga.
Ia menilai keberadaan reservoir dan jaringan pipa di Pesona Bukit Batuah seharusnya sudah cukup untuk mendistribusikan air bersih. Namun hingga kini, fasilitas tersebut belum difungsikan.
“Saya sudah terima langsung aspirasinya. Warga juga sudah daftar sambungan PDAM, punya bukti pendaftaran. Tapi air tak kunjung mengalir,” ungkap Yono.
Yono menekankan bahwa PDAM harus lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan lebih dari 1.000 rumah tangga di wilayah tersebut (RT 70, RT 71, dan RT 72), ini seharusnya menjadi peluang bisnis yang baik bagi PDAM sebagai perusahaan daerah.
Infrastruktur Lengkap, Distribusi Air tak Jelas
Menurut Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, permasalahan bahan baku air seharusnya tidak menjadi alasan yang berkepanjangan.
Pemerintah daerah dan PDAM harus segera mencari solusi konkret, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga dan pemanfaatan sumber air dari Waduk Sepaku Semoi atau Sungai Mahakam melalui koordinasi dengan Pemkot Samarinda.
“Kalau PDAM masih tidak bertindak, kami akan bawa ini ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD. Kami ingin tahu apa sebenarnya kendala yang terjadi,” ujar Yono Suherman.
Data Sambungan Pipa PDAM di Pesona Bukit Batuah:
RT 70: 320 rumah
RT 71: 400 rumah
RT 72: 351 rumah
Total: 1.071 rumah tangga terdampak krisis air bersih
Kata Yono Suherman, warga Pesona Bukit Batuah sudah terlalu lama menanti realisasi janji politik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup mereka.
Infrastruktur tersedia, masyarakat siap membayar, namun distribusi air belum juga berjalan.
Pemkot Balikpapan dan PDAM diminta segera bertindak, agar hak dasar warga atas air bersih tidak terus terabaikan. (*)












