Penajam

Pasar Induk Nenang Diserbu Warga, Polres PPU dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

227
×

Pasar Induk Nenang Diserbu Warga, Polres PPU dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini
Beras murah diserbu warga di Pasar Induk Nenang Kebupaten Penajam Paser Utara.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam, menjadi salah satu titik paling ramai dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polres Penajam Paser Utara (PPU) bekerja sama dengan Perum Bulog Kaltim, Kamis (14/8/2025).

Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati lokasi untuk mendapatkan beras berkualitas medium dengan harga terjangkau.

‎Program yang bertajuk “Polri untuk Masyarakat” ini menawarkan harga beras Rp65.000 per 5 kilogram, lebih murah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah wilayah lain.

Warga tampak mengantre sambil membawa tas belanja, berharap bisa membawa pulang stok beras untuk kebutuhan rumah tangga.

‎Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kasihumas Polres PPU Aipda Syafruddin, S.I.Kom., mengatakan Pasar Induk Nenang dipilih sebagai salah satu titik prioritas karena tingginya kebutuhan pangan masyarakat setempat.

‎“Kami ingin memastikan warga Penajam mendapat akses langsung ke beras berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujarnya.

‎Selain menjual beras, personel Polres PPU turut mengatur antrean dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, pihak Bulog Kaltim memastikan stok beras tersedia dalam jumlah memadai, sehingga tidak terjadi kelangkaan meski permintaan tinggi.

‎Sebelumnya, kegiatan serupa yang digelar di Kecamatan Penajam pada 9 Agustus 2025 berhasil menjual 300 sak beras atau setara 1,5 ton hanya dalam hitungan jam. Antusiasme yang sama kembali terlihat di Pasar Induk Nenang.

‎Banyak warga mengaku terbantu dengan adanya program ini, mengingat harga beras di pasaran cenderung tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar masyarakat tidak terlalu terbebani harga bahan pokok,” tambah Syafruddin.

‎Melalui GPM ini, Polres PPU dan Bulog tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah, dan warga.

‎Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya mewujudkan ketahanan pangan di daerah, sekaligus menjadi bukti nyata peran Polri dalam membantu kesejahteraan masyarakat. (*/)