TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu menyoroti sejumlah persoalan serius yang mengancam kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur.
Mulai dari minimnya asupan protein hewani, tingginya kasus penyakit infeksi, hingga sanitasi yang belum memadai, menjadi tantangan utama sektor kesehatan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur ini.
Kepala Dinas Kesehatan Mahakam Ulu, Petronela Tugan, menjelaskan bahwa masyarakat setempat kini kesulitan mendapatkan sumber protein hewani, terutama daging sapi dan ikan bergizi tinggi.
“Daging sapi sulit ditemukan, dan ikan pun kini didominasi jenis tambak seperti nila dan ikan emas. Ikan-ikan Sungai Mahakam yang kaya gizi sudah jarang muncul,” ungkap Petronela saat ditemui pada Selasa (19/8/2025).
Rokok jadi Pemicu
Selain masalah gizi, Petronela juga melaporkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan dan tuberkulosis (TB paru).
Ia menyebut kebiasaan merokok yang masih tinggi di kalangan masyarakat menjadi salah satu pemicu utama.
“Angka perokok masih tinggi di Mahakam Ulu. Ini memperbesar risiko penularan penyakit infeksi, apalagi di lingkungan keluarga,” katanya.
Kondisi geografis Mahakam Ulu yang lembab turut memperparah situasi. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terserang penyakit pernapasan.
“Kelembaban udara di sini tinggi, itu sebabnya anak-anak mudah terkena ISPA,” tambahnya.
Sanitasi dan Air Bersih jadi Persoalan Krusial
Dinkes Mahakam Ulu juga mencatat bahwa sanitasi lingkungan masih buruk.
Selain perilaku buang air besar sembarangan, ketersediaan air bersih juga belum merata.
“Sanitasi bukan hanya soal toilet, tapi juga air bersih. Karena belum memadai, masyarakat rawan terkena infeksi seperti diare,” ujarnya.
Menurut Petronela, upaya perbaikan kesehatan di Mahakam Ulu tidak bisa dilakukan secara instan, karena persoalan yang ada saling berkaitan dan berdampak langsung ke tubuh masyarakat.
“Penanganannya tidak mudah karena langsung menyangkut kondisi fisik warga. Ini bukan sekadar teori,” katanya.
Wilayah Tiong Ohang tercatat memiliki kasus kesehatan tertinggi, terutama saat musim kemarau.
Selain akses transportasi yang sulit, harga kebutuhan pokok pun melonjak.
“Waktu kemarau, harga bisa naik drastis. Sekalipun ada uang, barangnya kadang tidak tersedia,” pungkas Petronela. (*)












