Penajam

Sampaikan 9 Tuntutan, Aliansi Rakyat Penajam Datangi Mapolres dan Kantor DPRD PPU

150
×

Sampaikan 9 Tuntutan, Aliansi Rakyat Penajam Datangi Mapolres dan Kantor DPRD PPU

Sebarkan artikel ini
Aliansi rakyat Penajam datangi Mapolres dan Kantor DPRD PPU untuk menyampaikan 9 tuntutan

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Giliran masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Penajam menggelar aksi protes kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ditambah insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) memicu kemarahan yang tidak hanya dilayangkan kepada anggota DPRD, namun juga aparat kepolisian setempat, Selasa (2/9/2025).

‎Puluhan massa bergerak mulai pukul 15.00 Wita mendatangi Markas Polres PPU. Mereka menyampaikan tuntutan evaluasi kinerja kepolisian di hadapan jajaran personel Polres PPU.

‎Pernyataan itu ditujukan langsung untuk didengarkan oleh seluruh aparat kepolisian, termasuk Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara yang hadir ditengah-tengah massa.

‎”Kami marah atas tewasnya masyarakat yang sedang berjuang mencari nafkah. Kami marah atas penangkapan rekan-rekan kami oleh aparat kepolisian,” kata salah satu orasi massa.

‎Massa juga meminta kepolisian untuk tidak menindas rakyat akan tetapi melindungi dan mengawal tuntutan mereka.

‎Selanjutnya, puluhan demonstran bergerak menuju Kantor DPRD PPU. Tak hanya membawa isu nasional, massa juga membawa tuntutan isu berkembang di daerah, diantaranya bidang pendidikan, transparansi anggaran daerah, hingga efektivitas UPTD BLK yang selama ini dinilai non aktif.

‎Secara bergantian orasi disampaikan. Massa bahkan meminta seluruh dewan untuk duduk tanpa alas dan mendengarkan segala aspirasi yang dituntutkan.

‎Tuntutan nasional itu diantaranya:
‎- Hapus hak istimewa dan potong gaji pejabat negara, perwira tinggi
‎- potong anggaran lembaga, kementerian serta jabatan yang tidak menyejahterakan rakyat.
‎- naikkan upah buruh, turunkan pajak untuk rakyat
‎- naikkan pajak progresif bagi perusahaan besar, perbankan serta konglomerat
‎- bebaskan kawan kami tanpa syarat sekarang juga
‎- tangkap, adil dan penjarakan aparat pelanggar HAM
‎- Potong anggaran dan lucuti Polri serta represi rezim prabowo-gibran
‎- militer balik ke barak
‎- sita seluruh harta koruptor serta konglomerat pengemplang pajak

‎Hingga pukul 18.00 Wita, tak sekalipun dari massa aksi berkeinginan membubarkan diri.

‎(TN01)