TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sukadi Kuncoro mengatakan terjadi penurunan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang dua tahun terakhir.
Sukadi mengakui penurunan kasus bukan hanya mengurangi kerugian ekonomi, kesehatan, dan lingkungan yang sangat besar, namun bagi BPBD sendiri akan sangat membantu mengurangi beban anggaran.
“Sampai hari ini baru ada dua kasus karhutla. Kalau sampai terjadi, dampaknya sangat besar. Kebutuhan sarana dan prasarana serta dukungan anggaran untuk kelancaran operasi penanggulangan dan pencegahan meningkat. Di luar itu jelas berdampak pada kesehatan dan perekonomian warga,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Tahun 2023 menjadi kasus dengan angka tertinggi, yakni 200 kasus. Pada 2024, jumlah kasus menurun karena intensitas hujan yang cukup tinggi.
“Tahun 2023 karena memang cukup terik sehingga banyak kasus karhutla, tahun 2024 berkurang karena intensitas hujan tinggi. Tahun ini menurun drastis, hanya dua kasus,” katanya.
Namun demikian, BPBD PPU tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan potensi karhutla, dibantu lewat aplikasi Sipongi untuk pemantauan titik panas.
Selain itu, BPBD PPU rutin melakukan patroli di sejumlah kawasan rawan kebakaran, seperti Lawe-Lawe, Nenang hingga perumahan Perusda.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat hendaknya berhati-hati saat beraktivitas, terutama yang berhubungan dengan api, seperti pembakaran kebun,” pungkasnya.
(TN01)












