TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor mengakui kondisi keuangan di daerah sangat bergantung pada dana transfer pusat (Dana Treasury Deposit Facility).
Menurutnya, meski berbagai upaya telah dilakukan pihaknya, sumber pendapatan yang masuk ke daerah tidak sebanding dengan dana TDF yang diberikan oleh pemerintah pusat.
Ia juga memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2025 mengalami penurunan, imbas instruksi presiden (inpres) Nomor 1 tahun 2025 berkenaan efisiensi anggaran.
“Proyeksi APBD 2025 turun lah, tidak bisa naik dengan kondisi keuangan saat ini. Sangat sulit. Tapi yang jelas, penurunannya tidak sampai 75 persen,” ucap Mudyat ditemui di Aula Lantai 1 Kantor Bupati, Senin (15/9/2025).
Peningkatan PAD, lanjutnya, juga telah dilakukan. Namun demikian, menurutnya semua kembali pada kebijakan pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat yang menentukan. Kalau PAD jelas kita sudah upayakan. PAD kita naik, tapi kalau untuk kabupaten berapa sih nilainya? lain halnya dengan kota,” tuturnya.
Ia menilai umumnya PAD di wilayah perkotaan bisa lebih tinggi dibandingkan wilayah kabupaten, sebab adanya perbedaan demografi masing-masing wilayah.
“Kalau kabupaten seperti kita, penduduknya belum banyak, tingkat kepadatan tidak seberapa, kemudian jumlah usaha atau bisnis yang berjalan juga tidak tinggi,” jelasnya.
Mudyat menekankan sejatinya pemerintah daerah gencar mendorong peningkatan PAD dari organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil, ditambah beberapa kebijakan pihaknya.
“Pastinya kita tingkatkan terus, tiap tahunnya juga mencapai target bahkan lebih. Sekarang saja sudah 80 persen. Saya terus genjot teman-teman di pemerintahan ditambah beberapa kebijakan, salah satunya pegawai wajib bayar pajak bumi bangunan (PBB), kalau tidak maka tunjangan tidak akan dibayar,” tandasnya.
(TN01)












