SamarindaTitiknolKaltim

Samarinda Percepat Transformasi Digital Menuju Kota Berbasis AI Pertama di Indonesia

201
×

Samarinda Percepat Transformasi Digital Menuju Kota Berbasis AI Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Teknologi Ai. Pemerintah Kota Samarinda terus mempercepat langkah dalam mewujudkan transformasi digital menuju AI Power City pada 2028. 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus mempercepat langkah dalam mewujudkan transformasi digital menuju AI Power City pada 2028. 

Komitmen ini kembali ditegaskan oleh Walikota Samarinda, Andi Harun saat membuka pelatihan Government Transformation Academy (GTA) tentang penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Hotel Mercure Samarinda, Senin (15/9/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Andi Harun menyoroti pentingnya adopsi teknologi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Ia mengajak seluruh jajarannya belajar dari negara-negara maju yang telah lebih dulu mengintegrasikan AI dalam sistem pemerintahannya.

“Kota-kota besar di dunia sudah lama mengembangkan sistem pemerintahan berbasis AI. Samarinda pun tidak ingin tertinggal,” tegasnya.

Pemerintah Kota Samarinda, menurutnya, sudah mulai menyusun roadmap transformasi digital sejak tahun lalu dan akan terus mengembangkannya tahun depan.

Evaluasi rutin akan dilakukan setiap tahun untuk memastikan arah pembangunan tetap sesuai dengan visi sebagai kota berbasis AI.

“Setiap tahun kita evaluasi agar transformasi ini tidak sekadar wacana, tapi benar-benar terwujud,” ujarnya.

Walikota Andi Harun menegaskan bahwa tujuan utama penerapan AI adalah menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Ia meyakini, jika terlambat mengadopsi teknologi ini, sebuah daerah akan tertinggal jauh.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta seluruh jajaran Pemkot Samarinda yang selama dua tahun terakhir konsisten membangun fondasi tata kelola digital.

Meski belum terlihat dampak besar tahun ini, Andi Harun optimis manfaat dari AI akan mulai terasa signifikan tahun depan. 

Bahkan, ia menyatakan bahwa Samarinda adalah kota pertama di Indonesia yang menggunakan AI dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Mungkin tahun ini dampaknya belum terlalu kelihatan, tetapi tahun depan akan sangat terasa. Kami pastikan, Samarinda jadi pemerintahan pertama di Indonesia yang menggunakan AI secara nyata,” tegasnya.

Baca Juga:   Andi Afif Rayhan Harun Sebut FORDAMAI Akan Perkuat Ibu Kota Negara

Pelatihan GTA disebutnya sebagai bagian penting dalam membekali aparatur pemerintah dengan keterampilan teknis dan manajerial untuk menghadapi transformasi digital.

Ia juga berencana menjadikan Government Transformation Institute (GTI) sebagai pusat pelatihan dan keunggulan di bidang kepemimpinan digital.

“Kami ingin membangun bukan hanya sistemnya, tapi juga SDM-nya. GTI akan jadi pusat pengembangan kepemimpinan transformasi digital di Samarinda,” kata Andi Harun.

Keamanan Data jadi Prioritas

Terkait keamanan, Walikota Andi Harun memastikan bahwa sistem AI yang digunakan Pemkot Samarinda aman karena merupakan layanan premium dengan proteksi keamanan siber.

“Aplikasi yang kami gunakan bukan layanan gratis. Karena itu, data dan dokumen pemerintah aman dari pencurian atau penyalahgunaan,” jelasnya.
Bangun Kepercayaan Publik Lewat Transparansi Digital

Lebih lanjut, Andi Harun mengatakan bahwa AI akan mempercepat proses analisis dokumen dan menyederhanakan birokrasi. Hal ini, menurutnya, akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik (public trust).

“Jika masyarakat bisa melihat semua proses berjalan secara transparan, maka kepercayaan publik akan meningkat,” ujarnya.

Meski mengakui bahwa sistem AI saat ini belum sempurna, ia tetap optimis bahwa manfaat besar dari inovasi ini akan segera terasa.

“Pelatihan ini adalah bagian dari proses penyempurnaan. Insya Allah, tahun depan hasilnya mulai bisa kita nikmati,” tutup Walikota Samarinda, Andi Harun. (*)