BalikpapanTitiknolKaltim

Wakil Ketua MPR Tinjau TPA Manggar Balikpapan, Dorong Solusi Energi dari Sampah

191
×

Wakil Ketua MPR Tinjau TPA Manggar Balikpapan, Dorong Solusi Energi dari Sampah

Sebarkan artikel ini
TPA MANGGAR BALIKPAPAN - Pemanfaatan sampah menjadi gas energi bahan bakar masak di TPA Manggar, Balikpapan.

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (19/9/2025).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang audiensi dengan Pemerintah Kota Balikpapan terkait persoalan pengelolaan sampah.

Kehadiran Eddy disambut langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, di sela pertemuan yang membahas potensi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menurut Eddy, persoalan sampah menjadi tantangan serius bagi kota-kota besar, termasuk Balikpapan yang setiap harinya menghasilkan sekitar 500 ribu ton sampah.

“Tujuan saya ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus mendengar langsung kondisi pengelolaan sampah di Balikpapan. Tadi juga disampaikan sejumlah masukan, termasuk peluang pemanfaatan sampah menjadi energi,” jelas Eddy usai pertemuan.

Ia menjelaskan bahwa revisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengolahan Sampah saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Namun, Kota Balikpapan belum termasuk dalam daftar prioritas, karena belum masuk kategori darurat sampah.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa langkah antisipatif tetap harus diambil, mengingat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar diperkirakan hanya mampu bertahan dalam tiga tahun ke depan.

“TPA tidak bisa diandalkan selamanya, sementara jumlah sampah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Kota-kota besar dengan aktivitas tinggi justru akan terdampak lebih dulu,” katanya.

Pemerintah pusat, lanjut Eddy, menargetkan pembangunan 33 fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini ditargetkan mampu menyelesaikan hingga 70 persen masalah pembuangan sampah nasional pada tahun 2028.

Eddy juga berkomitmen membawa hasil audiensi ini ke tingkat pusat untuk ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

“Saya akan segera kembali ke Jakarta dan membahas hal ini bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kemenko Perekonomian dan Pangan. Prioritas kita adalah kota-kota dengan timbulan sampah di bawah 1.000 ton per hari, termasuk Balikpapan,” pungkasnya. (*)