Penajam

SPPG Penajam Perketat Standar Keamanan Pangan, Antisipasi Risiko Keracunan MBG

185
×

SPPG Penajam Perketat Standar Keamanan Pangan, Antisipasi Risiko Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini
Asisten Lapangan Badan Gizi Nasional (BGN) PPU Ummu Rahmah

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Risiko keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Untuk mencegah hal itu, Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) memperketat standar keamanan pangan di setiap dapur umum yang menyiapkan konsumsi bagi pelajar.

Asisten Lapangan Badan Gizi Nasional (BGN) PPU, Ummu Rahmah, mengatakan potensi keracunan bisa muncul dari banyak faktor, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

“Semua tahapan harus higienis, mulai dari kebersihan peralatan, sanitasi dapur, sampai kendaraan pengangkut makanan,” ucap Ummu, belum lama ini.

Ia menegaskan dapur umum MBG diwajibkan menggunakan sabun khusus untuk mencuci peralatan makan serta pakaian kerja pelindung bagi relawan agar mencegah kontaminasi.

Selain itu, kendaraan distribusi makanan juga harus dipastikan dalam kondisi bersih.

“Tidak hanya dapur yang higienis, transportasi makanan juga wajib steril sebelum digunakan,” katanya.

Dengan kapasitas produksi satu dapur MBG mencapai 4.000 porsi per hari, SPPG melibatkan 47 relawan yang terbagi dalam tim persiapan, pengolahan, dan distribusi.

“Kerja sama tim ini penting, karena program menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan sampai ada kejadian fatal,” tegas Ummu.

Program MBG di PPU ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2025. SPPG memastikan seluruh tahapan benar-benar aman sebelum makanan sampai ke tangan siswa.

“Keracunan di daerah lain jangan sampai terjadi di sini. Semua proses harus betul-betul aman,” pungkasnya.

(TN01)