TitiknolSport

Perang di Lebanon, Pemain Borneo FC Bawa Keluarga ke Samarinda untuk Keselamatan

143
×

Perang di Lebanon, Pemain Borneo FC Bawa Keluarga ke Samarinda untuk Keselamatan

Sebarkan artikel ini
BEK BORNEO FC - Mohammad Baker Al Husseini, bek tangguh asal Lebanon diketahui tengah menghadapi situasi sulit karena konflik bersenjata di negaranya. Manajer tim, Dandri Dauri, menjelaskan bahwa rumah keluarga Baker di Lebanon menjadi salah satu bangunan yang hancur akibat serangan bom dalam konflik yang tengah berkecamuk. (HO/Borneo FC)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Setelah melewati masa libur sepekan, skuad Borneo FC Samarinda kembali menjalani latihan intensif di Borneo FC Training Center, Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Mereka tengah mempersiapkan diri jelang laga pekan ke-8 BRI Liga 1 melawan Persik Kediri yang akan digelar Sabtu, 18 Oktober 2025 mendatang.

Namun, di tengah semangat persiapan tim, manajemen Borneo FC Samarinda membagikan kabar menyentuh terkait salah satu pemain asing mereka, yakni Mohammad Baker Al Husseini.

Bek tangguh asal Lebanon itu diketahui tengah menghadapi situasi sulit karena konflik bersenjata di negaranya.

Manajer tim, Dandri Dauri, menjelaskan bahwa rumah keluarga Baker di Lebanon menjadi salah satu bangunan yang hancur akibat serangan bom dalam konflik yang tengah berkecamuk.

Sebelum laga melawan Persija kemarin, saya sudah melihat gelagat Baker yang tampak gelisah.

“Ketika saya tanya, dia bilang rumahnya dibom. Orangtuanya sempat melarikan diri ke daerah pegunungan,” ujar Dandri, Selasa (7/10/2025).

Melihat kondisi tersebut, manajemen klub memutuskan untuk memberi waktu dan kelonggaran bagi Baker agar bisa pulang ke Lebanon dan menyelesaikan persoalan keluarganya terlebih dahulu.

“Saya bilang ke dia, kamu pulang dulu. Jangan langsung balik ke Indonesia kalau belum tenang,” ungkap Dandri.

Kalau pikirannya masih di sana, percuma ikut latihan di sini tapi tidak fokus.

“Kami ingin dia kembali dalam keadaan siap, lahir dan batin,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Borneo FC Samarinda juga memberikan izin khusus kepada Baker untuk membawa serta anggota keluarganya ke Samarinda.

“Tadi malam dia bilang ingin membawa sekitar enam anggota keluarganya ke sini. Sekalian untuk liburan, biar mereka bisa merasakan ketenangan dan mengenal kota Samarinda juga,” ungkap Dandri.

Baca Juga:   Jadwal Timnas Indonesia Wanita vs Pakistan, Pelatih Adeel Mirza Perlu Alirkan Bola 

Langkah ini menunjukkan bentuk empati dan perhatian klub terhadap kondisi para pemain, tidak hanya di lapangan tetapi juga dalam kehidupan pribadi mereka.

“Bagi kami, membangun tim bukan hanya soal teknik dan taktik. Kami ingin membentuk keluarga besar,” ujarnya. 

“Pemain harus merasa nyaman, dihargai, dan didukung, baik saat meraih kemenangan maupun menghadapi kesulitan,” tutup Dandri.

Borneo FC Samarinda kini fokus menatap laga kontra Persik Kediri, sambil terus memberi dukungan penuh kepada Baker dan keluarganya dalam masa sulit ini. (*)