PaserTitiknolKaltim

DPRD Dukung Rencana Kampung Nelayan Merah Putih Desa Lori, Potensi PAD Menggiurkan

102
×

DPRD Dukung Rencana Kampung Nelayan Merah Putih Desa Lori, Potensi PAD Menggiurkan

Sebarkan artikel ini
EKONOMI NELAYAN - Hasil perikanan tangkapan nelayan di Kalimantan Timur.

TITIKNOL.ID, TANA PASER – Wacana pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, mendapat respons positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser.

Program yang diinisiasi oleh Dinas Perikanan Kabupaten Paser ini saat ini masih menunggu proses verifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Anggota DPRD Paser, Zulfikar Yusliskatin, menyatakan dukungannya terhadap program yang dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan potensi sektor perikanan daerah.

“Kalau memang sudah ada dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pembentukan KNMP ini, kami di DPRD Paser pasti akan mendukung,” ujar Zulfikar saat ditemui di salah satu kafe di Tanah Grogot, Minggu (19/10/2025).

Ia menambahkan, DPRD selama ini terus mendorong Dinas Perikanan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan.

Salah satu langkah strategisnya adalah dengan menyediakan fasilitas yang memadai bagi para nelayan, mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hingga cold storage atau ruang pendingin hasil tangkapan.

“Setiap rapat dengan Dinas Perikanan, kami arahkan ke sana. Soal skema pendanaan, dinas terkait yang menentukan. Kalau memang perlu tambahan anggaran dari APBD, kami siap bantu komunikasikan dengan pemerintah daerah, terutama dengan Bupati,” imbuhnya.

Menurut Zulfikar, Desa Lori merupakan salah satu kawasan potensial untuk pengembangan sektor perikanan dan kelautan.

Aktivitas nelayan di desa ini sudah berlangsung lama, namun belum terkelola secara resmi oleh pemerintah.

Akibatnya, potensi PAD dari sektor kelautan dan perikanan belum tergarap optimal.

“Nelayan kita banyak menjual hasil tangkapan di Desa Lori, tapi kita tidak tahu kemana saja ikannya dijual. PAD juga tidak tercatat karena tidak masuk ke sistem daerah,” ungkapnya.

Baca Juga:   Muara Badak Kukar jadi Wilayah Penghasil Migas, Harus Ada Porsi Pembangunan Seimbang 

Karena itu, ia mendorong Dinas Perikanan untuk segera menyusun Rencana Bisnis (Renbis) yang memetakan wilayah strategis pembangunan TPI, sehingga distribusi ikan bisa mencakup seluruh wilayah Kabupaten Paser.

“Ini yang kami dorong sejak lama. Potensi perikanan kita besar, tapi banyak ikan yang justru dijual keluar lewat tengkulak. Sementara kita tidak tahu berapa kebutuhan ikan di Paser sendiri,” pungkasnya. (*)