TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Dua anak dilaporkan tenggelam setelah mencoba mandi dan berenang di pinggir Sungai Bendungan Benanga Lempake, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Peristiwa tragis ini menimpa Rahman 12 tahun dan temannya, Wahyu.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim, Sianturi, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang dihimpun tim dari warga dan seorang saksi bernama Efendi Ezer. Kecelakaan tragis itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita).
Awalnya, kedua anak tersebut sedang bermain bersama di sekitar bendungan. Korban Rahman lebih dahulu melompat ke sungai.
Nahas, karena tidak bisa berenang, ia langsung hanyut terbawa arus yang deras.
Melihat temannya dalam bahaya, Wahyu yang berada di tepi sungai, secara spontan mencoba memberikan pertolongan.
Sayangnya, upaya Wahyu sia-sia. Ia justru ikut terseret oleh derasnya arus air dari bendungan tersebut.
“Warga sekitar yang melihat kejadian berusaha mengejar, tetapi tidak berhasil menggapai kedua korban,” ujar Sianturi.
Warga setempat segera melakukan pencarian. Tidak lama kemudian, korban Rahman berhasil ditemukan sekitar 600 meter ke arah hilir Sungai Benanga. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Saat ini, pencarian terhadap korban kedua, Wahyu, masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.
Sianturi memastikan bahwa operasi pencarian langsung dimulai pada malam hari. “Kami langsung melakukan pencarian. Kami akan menyisir sungai sejauh kurang lebih satu kilometer,” jelasnya.
Meskipun beroperasi di malam hari, tim SAR tetap mengutamakan faktor keselamatan bagi para petugas dengan mempersiapkan penerangan yang memadai.
Ia menambahkan, apabila dalam satu hingga dua jam ke depan korban Wahyu belum juga ditemukan, tim akan mempertimbangkan untuk menghentikan sementara operasi pencarian demi keselamatan petugas.
Menanggapi kejadian ini, Sianturi mengimbau seluruh warga, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Mengingat kondisi cuaca di Samarinda yang saat ini sedang musim penghujan, arus sungai di kawasan tersebut cukup deras dan sangat berbahaya untuk bermain.
“Kami imbau para orang tua untuk selalu menasihati dan mengawasi anak-anaknya. Apabila melihat ada anak-anak bermain di sekitar sungai, terutama yang bukan warga setempat, lebih baik segera dihentikan demi keselamatan,” tegasnya. (*)












