Nasional

Dikritik soal Pernyataan “Tak Perlu Ahli Gizi”, Cucun Klarifikasi dan Minta Maaf

261
×

Dikritik soal Pernyataan “Tak Perlu Ahli Gizi”, Cucun Klarifikasi dan Minta Maaf

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal, mengklarifikasi pernyataannya yang sempat menuai kritik terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
‎
‎Cucun sebelumnya menyebut bahwa program tersebut tidak memerlukan ahli gizi, pernyataan yang disampaikan dalam Forum Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, Minggu (16/11).
‎
‎Cucun menyampaikan permintaan maaf bila ucapannya menyinggung profesi ahli gizi. Ia menegaskan bahwa usulan untuk mengubah diksi “ahli gizi” menjadi tim “quality control” atau “Pengawas Makanan Bergizi” masih sebatas wacana.
‎
‎“Usulan perubahan dari ‘ahli gizi’ menjadi ‘quality control’ atau ‘Pengawas Makanan Bergizi’ masih sebatas wacana dan belum tentu diberlakukan,” ujarnya melalui akun Instagram Cucun Center, Senin (17/11).
‎
‎Usai polemik tersebut, Cucun menggelar pertemuan dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Kompleks Parlemen.
‎
‎Pertemuan itu juga dihadiri Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah dan DPR sepakat memaksimalkan peran ahli gizi
‎dalam program MBG.
‎
“Tadi saya sampaikan aspirasi bersama BGN, maksimalkan profesinya adalah ahli gizi,” ucapnya.
‎
‎Cucun menjelaskan, wacana perubahan nomenklatur itu semula muncul dalam rapat Komisi IX DPR untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli gizi.
‎
‎Namun, ia mengakui bahwa usul tersebut dinilai berisiko karena bisa membuka peluang bagi pihak yang tidak kompeten menangani program MBG.
‎
‎“Kalau seperti ini, nanti justru profesinya yang akan tereliminasi oleh profesi-profesi lain,” katanya.
‎
‎Sebelumnya, pernyataan Cucun di Forum Konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung mendapat kritik publik.
‎
‎Hal itu berawal ketika seorang peserta forum menyampaikan masukan agar pemerintah tidak menggunakan istilah “ahli gizi” bila merekrut tenaga non-gizi.
‎
‎Namun, Cucun memotong penjelasan peserta tersebut dan mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendahkan profesi ahli gizi.
‎
“Kamu itu bicaranya terlalu panjang. Yang lain kasihan,” kata Cucun saat itu.
‎
“Saya enggak suka anak muda arogan. Pembuat kebijakan itu saya. Tenaga yang menangani gizi tidak perlu ahli gizi. Cocok tidak? Nanti saya selesaikan di DPR,” lanjutnya.
‎
‎Polemik tersebut memicu reaksi keras dari kalangan ahli gizi dan publik, hingga akhirnya Cucun menyampaikan klarifikasi dan penegasan bahwa profesi ahli gizi tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. (*/)