TenggarongTitiknolKaltim

Pemkab Gaet DPR demi Kucuran APBN Rp500 Miliar untuk Jembatan Sebulu Kukar

157
×

Pemkab Gaet DPR demi Kucuran APBN Rp500 Miliar untuk Jembatan Sebulu Kukar

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN SEBULU KUKAR - Pembangunan Jembatan Sebulu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur resmi dilangsungkan pada Jumat (28/6/2024). (HO/Pemkab Kukar)

TITIKNOL.ID, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya keras menggenjot penyelesaian proyek strategis Jembatan Sebulu di tengah tantangan penyesuaian anggaran daerah.

Untuk memastikan proyek ini tidak terhenti, Pemkab Kukar memilih memperkuat lobi dan kerja sama dengan Pemerintah Pusat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sebulu harus tetap berjalan meskipun kemampuan fiskal daerah sedang mengalami penurunan.

Saat ini, Pemkab Kukar intens berkoordinasi dengan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, untuk membuka peluang pendanaan masif dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Progresnya tetap berjalan. Memang anggaran kita sedang turun, tetapi tadi juga kami sampaikan posisi strategis Pak Budisatrio yang diharapkan bisa membantu,” ujar Aulia, Minggu (23/11/2025).

Upaya usulan pendanaan ke pusat telah disampaikan secara resmi dan mendapat sambutan positif.

Aulia mengungkapkan, DPR RI melalui Budisatrio Djiwandono telah meminta data teknis jembatan sebagai tindak lanjut pembahasan.

“Tiga hari lalu beliau menghubungi kami untuk meminta data-data jembatan tersebut, dan sudah kami kirimkan,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan terbaru, Jembatan Sebulu masih membutuhkan dana hampir Rp 500 miliar agar dapat tuntas sepenuhnya.

Sambil menantikan keputusan dari Pemerintah Pusat, Pemkab Kukar memastikan tetap mengalokasikan anggaran dalam APBD tahun depan sesuai kemampuan daerah, sehingga progres pembangunan tidak terhenti total.

“Kita lakukan segala upaya agar jembatan ini bisa terealisasi. Tahun depan, sesuai kemampuan daerah, progres akan tetap dijalankan,” tegas Aulia.

Bentang Tengah jadi Kunci Penyelesaian

Aulia menerangkan bahwa sisa pekerjaan paling krusial adalah pemasangan bentang tengah jembatan, sebuah tahapan yang tidak dapat dikerjakan secara parsial.

Proses pemasangan ini diperkirakan memerlukan waktu satu tahun penuh, mencakup perakitan hingga uji kelayakan sebelum jembatan dapat dibuka untuk masyarakat.

Baca Juga:   Mahakam Ulu Menyusun Kitab Hukum Adat, Ada Larangan tak Potong Gunung

“Alhamdulillah, Pak Budisatrio menyambut baik rencana penyelesaian jembatan ini. Dengan adanya dukungan pusat dan daerah, progres jembatan dapat terus maju,” tuturnya penuh optimisme.

Jembatan Sebulu diproyeksikan menjadi penghubung utama yang vital, mengaitkan wilayah Sebulu dengan Kutai Timur dan Samarinda.

Selain mempercepat mobilitas, jembatan ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan tengah Kukar.

Aulia berharap, jika dukungan pendanaan dari pusat segera terkabul, konstruksi dapat rampung dalam dua tahun ke depan.

“Kami ingin secepatnya, tapi melihat kondisi anggaran, mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan bisa selesai,” tutupnya. (*)