Penajam

Heboh Dugaan Penculikan Anak di Terminal Penajam, Polisi: Bukan Kriminal

92
×

Heboh Dugaan Penculikan Anak di Terminal Penajam, Polisi: Bukan Kriminal

Sebarkan artikel ini
Polres PPU gerak cepat mengungkap dugaan penculikan yang sempat menghebohkan

TITIKNOL.ID, PENAJAM — Suasana Terminal Penajam sempat dibuat heboh setelah adanya laporan dugaan penculikan anak pada Senin (1/12/2025) pagi.

‎Informasi tersebut dilaporkan warga melalui Call Center 110 Polres Penajam Paser Utara (PPU) pada pukul 10.10 WITA dan langsung mendapat respons cepat dari aparat kepolisian. Selasa (2/12/2025).

‎Laporan yang disampaikan warga bernama Agutiwarman itu segera diteruskan ke unit Pamapta sebelum akhirnya diarahkan ke Polsek Penajam untuk dilakukan pengecekan lapangan secara langsung. Polisi bergerak hanya beberapa menit setelah menerima informasi tersebut.

‎Tim gabungan dari KSPKT Regu I, Kanit Reskrim, dan personel Polsek Penajam mendatangi lokasi laporan.

‎Di terminal, petugas menemukan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun bernama Aji Muhammad Zulfadly Alfayat, pelajar asal Kecamatan Grogot, tengah duduk sendirian tanpa pendamping.

‎Untuk memastikan keselamatannya dan menghindari risiko lebih lanjut, anak tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Penajam.

‎Di kantor polisi, petugas melakukan pemeriksaan dan interogasi secara humanis.

‎Dari hasil pemeriksaan, terungkap fakta bahwa anak tersebut bukan korban penculikan seperti yang diduga warga. Ia ternyata kabur dari rumah setelah dimarahi orang tuanya.

‎Temuan itu sekaligus menjawab keresahan masyarakat yang sempat mencuat.

‎Setelah dilakukan pendampingan dan memastikan kondisi anak dalam keadaan baik, keluarga akhirnya datang ke Polsek Penajam untuk menjemput. Situasi berlangsung kondusif tanpa adanya hambatan.

‎Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara S.I.K., M.M., M.Tr.SOU melalui Kapolsek Penajam Iptu Syaifudin S.H. menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti tanpa menunggu besar kecilnya kasus.

‎“Setiap panggilan darurat yang masuk ke 110 adalah prioritas. Kami bergerak cepat untuk memastikan informasi dan keselamatan warga, apalagi terkait anak,” ujarnya.

‎Syaifudin juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga untuk mencegah anak bertindak secara emosional.

‎Menurutnya, peran orang tua menjadi kunci dalam menjaga psikologi dan keamanan anak.

‎Polres PPU turut mengapresiasi warga yang cepat menyampaikan informasi.

‎“Respons masyarakat sangat membantu kami menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Penajam,” tutupnya.

‎Kejadian ini menjadi contoh pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui layanan darurat 110. (*/)