Jelang duel panas Persib vs Borneo FC di GBLA, seluruh atensi Maung Bandung tertuju pada satu nama: Mariano Peralta! Penyerang Argentina yang sudah mencetak sembilan gol ini menjadi momok utama, memaksa Persib menyiapkan strategi khusus untuk meredam ancaman ganda sang bintang Pesut Etam.
TITIKNOL.ID, BANDUNG – Pertarungan sengit antara juara bertahan Persib Bandung melawan pemuncak klasemen sementara Borneo FC Samarinda di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung pada Jumat (5/12/2025) malam dipastikan akan berlangsung panas.
Namun, fokus utama di kubu Maung Bandung tertuju pada satu nama: Mariano Peralta, penyerang sayap Pesut Etam, julukan Borneo FC Samarinda.
Peralta, yang mengenakan nomor punggung 10, telah menjelma menjadi salah satu pemain paling mematikan di Super League musim ini, dengan catatan impresif sembilan gol dan empat assist hanya dalam 12 pertandingan.
Kewaspadaan Persib Bandung terhadap pemain asal Argentina ini tak main-main.
Bahkan, gelandang andalan Persib Bandung yang juga kompatriot Peralta, Luciano Guaycochea (Lucho), secara khusus memberikan atensi penuh.
Bagi Lucho, ancaman terbesar Borneo FC Samarinda terletak pada kemampuan individu Peralta untuk menciptakan kekacauan di lini pertahanan lawan.
Mereka adalah tim yang sangat bagus dan memiliki sosok penting di barisan depan, pemain nomor punggung 10 (Peralta).
“Dia juga pemain asal Argentina dan pemain yang bagus,” kata Lucho, menghormati kualitas rekan senegaranya.

Momok Tendangan Melengkung
Kekhawatiran Persib Bandung sangat beralasan. Musim lalu, Mariano Peralta pernah menjadi momok yang sukses menjebol gawang Persib yang dijaga Kevin Ray Mendoza sebanyak dua kali.
Peralta dikenal piawai beroperasi dari sisi sayap kiri, memanfaatkan kecepatan tingginya untuk melakukan cut inside yang mematikan, diakhiri dengan tendangan melengkung akurat.
Gaya bermain agresifnya ini akan menjadi ujian sepadan bagi bek sayap kanan Persib, entah itu Eliano Reijnders atau Frans Putros.
Di bawah asuhan pelatih Brasil Fabio Lefundes, Borneo FC Samarinda memang baru saja kehilangan rekor 11 kemenangan beruntun setelah takluk dari Bali United.
Namun, Lucho menyadari bahwa mengalahkan tim dengan soliditas dan kualitas merata seperti Borneo FC Samarinda tidak akan mudah.
Terlebih, Persib Bandung harus berjuang di tengah jadwal padat karena juga berkompetisi di AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.
“Mereka punya penyerang, bek, mereka semua pemain yang bagus. Jadi kami harus sangat fokus dan mencoba untuk memulihkan kondisi setelah melakukan perjalanan panjang kemarin,” papar Lucho.
Meski demikian, Lucho optimis. Dengan fokus penuh sepanjang 90 menit, ia yakin Persib Bandung mampu menyudahi laga tunda pekan keempat ini dengan kemenangan di hadapan suporter setia mereka.
“Ini tidak mudah, jadi kami melihat ke depan untuk menang di kandang di hadapan para fan kami,” tutupnya. (*)












