TITIKNOL.ID, PENAJAM – Realisasi investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga triwulan ketiga 2025 baru mencapai 33 persen atau sekitar Rp1,7 triliun dari total target Rp4,5 triliun.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan Iklim, Promosi, dan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP PPU, Sophian Rasyid, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara. Capaian final investasi baru dapat diketahui setelah pemerintah provinsi Kalimantan Timur melakukan ekspose berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Biasanya pertengahan April baru kelihatan realisasi investasi setahun penuh. Angka 33 persen ini masih posisi triwulan ketiga,” ujar Sophian, Minggu (21/12/2025).
Ia menjelaskan, data realisasi investasi tidak langsung muncul setiap akhir triwulan. Seluruh laporan terlebih dahulu diproses melalui sistem Online Single Submission (OSS) di tingkat pusat sebelum dirilis ke daerah.
Adapun sektor penyumbang terbesar investasi di PPU hingga saat ini masih didominasi perkebunan, konstruksi, dan industri.
Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Sophian menilai target investasi 2025 cukup berat untuk dikejar.
“Tahun 2024 kita tembus 145 persen karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih sangat masif. Tahun ini intensitas pembangunannya menurun,” jelasnya.
Ia memperkirakan realisasi investasi berpeluang kembali meningkat pada 2026, seiring rencana pembangunan lanjutan yang difokuskan pada gedung legislatif dan yudikatif di kawasan IKN.
“Tingginya capaian 2024 itu salah satunya karena pembangunan IKN. Itu juga yang membuat pemprov menaikkan target investasi kita di 2025,” tambahnya.
Sophian juga menyinggung kemungkinan perubahan peta investasi jika Otorita IKN (OIKN) telah beroperasi penuh. Menurut dia, ketika Kecamatan Sepaku tidak lagi berada di bawah kewenangan PPU, maka investasi di wilayah tersebut tidak otomatis tercatat sebagai investasi PPU.
“Secara umum, nilai investasi PPU tinggi karena ada IKN. Kalau tanpa itu, kontribusi investasi di PPU sendiri sebenarnya tidak terlalu signifikan,” tandasnya.
(TN01)












